Watergius's Journal

The world as I see it

Rp 50000, itulah harga nyawa saya

Ingatkanlah kami untuk menyanyangi nyawa kami dan hukumlah kami bila kami membahayakan nyawa orang lain

**

Pak, Anda menghentikan dan menilang saya saat mengendarai motor sendirian tidak mengenakan helm. Anda bilang saya melanggar peraturan lalu lintas. Saya ingin protes, ini tidak adil. Anda tidak perlu menghukum saya, tapi tegur sajalah. Kan kalau saya terjatuh dan mengalami kecelakan, yang rugi saya sendiri juga.

Pak, Anda seharusnya menilang pengendara sepeda motor itu. Memang sih dia lengkap semuanya, mulai dari dua pasang kaca spion hingga tutup pentil. Tapi lihatlah, dia membelok seenaknya saja tanpa memasang lampu sign. Yang dirugikan kan bukan dirinya saja Pak, tetapi juga pengendara-pengendara lain di sekitarnya.

Atau coba lihat pengendara itu Pak. Saya yakin kecepatannya itu lebih dari 60 km/jam. Padahal dijalan ini banyak sekolahan dan anak-anak kecil Pak. Sedangkan saya, bapak lihat sendiri kan tadi, orang yang naik sepeda bahkan bisa menyalib saya.

Tapi sepertinya Pak, Anda sangat peduli dengan nyawa saya ya. Rp 50000, itulah harga nyawa saya menurut Anda..

***

Agus Praditya T

cuma berbagi sebuah pandangan

About these ads

One response to “Rp 50000, itulah harga nyawa saya

  1. Julian eviden January 27, 2012 at 12:09 am

    Pengendara sepeda motor diperbolehkan untuk menyalip mobil hanya jika mobil di depannya sedang berhenti di ruas kiri jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 244 other followers

%d bloggers like this: