Watergius's Journal

The world as I see it

Temptation

Pagi ini saat berangkat ke Gereja aq naik angkot Caheum Ledeng seperti biasanya. Kebetulan ada yang kosong dan tidak ngetem. Langsung deh tancap gas.. But, something worse happened.. Di jalan Sumur Bandung, pas dekat pertigaan dengan jalan Siliwangi tiba2 ada 2 motor yang lagi ugal2an dekat dengan angkot ini. Gak tahu karena apa, tiba2 sang supir langsung memojokkan salah satu motor dan bahkan menyenggolnya sambil mengejar yang satu lagi. Untung mereka tidak jatuh. Tak hanya itu, tak lupa juga kata-kata kasar dilemparkan sang supir. Emang benar sih bahwa ini adalah kesalahan pengendara motor itu. Tapi cara yang digunakan bapak ini untuk mendidik mereka tidak benar, bahkan sangat berbahaya.

Mendekati jalan Sulanjana, angkot ngetem. Bahkan tidak tanggung-tanggung. 15 menit dia ngetemnya. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 07.45. Itu berarti sudah terlambat 15 menit. Tak terbayang lagi apa yang ada dipikiranku sekarang. Aku sangat menyesal naik angkot itu. Bahkan aku berjanji tidak akan pernah naik angkot itu lagi. Sesampainya di gereja, acara sudah sampai pada pembacaan Alkitab. Aku, yang emang tidak suka namanya telat pun sempat berpikir untuk tidak gereja hari ini. Langsung saja aku keluar dari Gereja dan berlari melalui Jalan Cikapayang. Entah kenapa, aku jadi berpikir untuk masuk ke Gereja GII Dago. Akhirnya, di dalam deretan belakang jemaat GII Dagolah aku mengikuti kebaktian. Walaupun telat, setidaknya acaranya belum masuk ke pembacaan sabda.

Ketika saat teduh, aku jadi teringat dengan isi pikiranku tadi. Saat itu aku penuh dengan kebencian kepada supir angkot tersebut. Tapi, apa gunanya. Mungkin Tuhan berkehendak lain. Aku jadi belajar sesuatu dari pengalaman hari ini. Aku mencoba untuk menempatkan diriku di posisi Bapak itu. Mungkin tuntutan ekonomi dan untuk memenuhi kebetuhan keluarga adalah salah satu alasan dia membutuhkan banyak penumpang. Aku juga mungkin akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi itu. Terima kasih Tuhan karena telah mengajarku sesuatu hari ini. Terima kasih karena telah mengajarku akan arti memaafkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: