Watergius's Journal

The world as I see it

jangan (coret) buang sampah di sini

sebenarnya sudah banyak kejadian yang seperti ini. Namun, kenapa gw menyorotinya.. karena terjadi di kampus gw (daerah gerbang belakang tepatnya) saat gw sedang menunggu nasi pecal pesanan gw di bungkus sama ibu penjualnya..

ironis bukan, dengan jarak yang hanya terpisah beberapa meter dengan tempat jualan makanan. Menurut gw, yang memasang tulisan tuh pastinya yang punya warung sebab mereka memikirkan faktor sanitasi warung mereka. Namun, kalau gw coba ingat2 kembali, gw jadi ragu.. Dah beberapa kali gw ngelihat penjual makanan di warung belakang itb itu sendirilah yang membuang sampah mereka di situ.. Jadi, siapakah yang patut disalahkan ??

pembuang sampah : Tempat sampah, kenapa dia tidak ada di sekitar warung belakang?

tempat sampah : enak aja, gw ada taukk.. cuma kecil, sehingga kapasitas gw gak cukup menampung sampah kalian yang jumlahnya sangat banyak setiap harinya..

pembuang sampah : sampah kami banyak kan karena kami perlu memasak banyak makanan untuk putra/i terbaik bangsa sehingga mereka bisa belajar dengan baik… (benar gak sih… gw bertanya-tanya dalam hati)

intinya, tak ada yang bisa disalahkan.. mungkin kita patut menyalahkan sampah itu sendiri kenapa dia tidak cepat membusuk dan menjadi barang yang berguna..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: