Watergius's Journal

The world as I see it

betapa sebuah “kenikmatan” mengubah segalanya

pemikiran ini timbul beberapa minggu yang lalu saat aku masih di Balikpapan

Kehidupan sebagai seorang mahasiswa PADA UMUMNYA adalah kehidupan yang serba sederhana dan terkadang penuh perjuangan. Biaya yang dikirimkan oleh orang tua sudah dihitung sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan secara layak, bukan berlebihan. Ya, walaupun terkadang masih terdapat sisa duit untuk membeli ini – itu atau untuk menonton film ke bioskop.

Kehidupan yang seperti inilah yang dapat membuat mahasiswa itu dekat dengan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah. Kenapa? Karena dia memiliki kehidupan yang hampir sama dengan mereka, hidup yang penuh perhitungan. Belanjakanlah duit Anda hari ini sebebasnya dan Anda akan menangis kemudian.

Lalu, cobalah bawa mahasiswa tadi ke level kehidupan yang berbeda, dimana perhitungan tadi tidak lagi berlaku. Masihkah Anda berharap akan hal yang sama?

***********************

Selama dua minggu tinggal di Balikpapan kehidupan yang kualami betul-betul berbeda. Tinggal di hotel yang lengkap dengan room service dan hot water-nya, makan sehari-hari yang jauh dari istilah perbaikan gizi anak kosan, jajan yang lebih dari cukup, serta beberapa kenikmatan yang hanya bisa dibeli dengan uang berlebih. Wow, ya, benar-benar wow..

********************

Balikpapan adalah sebuah kota dengan cuaca yang panas. Apa artinya? artinya adalah bahwa Anda seharusnya dapat mandi tanpa menggunakan air panas dari heater, apalagi bila Anda mandi pagi pukul setengah tujuh atau bahkan saat mandi di sore hari. Namun mungkin ada pengecualian bila Anda sedang tidak enak badan, tapi ini sudah berada di luar topik. Lalu, apa yang saya lakukan? Hm, penghematan itu seakan menjadi kata baru. Tak ada yang namanya hemat listrik, hemat air, dan bahkan terkadang hemat waktu pun hampir dilupakan.

Berada di bawah pancuran air panas (tepatnya hangat) yang berasal dari shower membuatku lupa akan arti penghematan. Yang ada hanyalah kenikmatan, saat air hangat itu seakan memijat seluruh tubuh yang telah lelah bekerja di lapangan. Seakan ingin terus berada dalam kondisi itu. Namun, untunglah hemat waktu belum terlupakan sama sekali.

Kalau kau bertanya apakah saya pernah terpikir untuk menghemat air atau bahkan listrik saat melakukan hal di atas? Jawabannya iya. Saya bahkan terbayang akan daerah-daerah yang masih kesulitan mendapatkan air. Namun, sekali lagi saya katakan, kenikmatan air hangat dari shower itu menyebabkan saya lupa sesaat akannya.

*************
Tahu pringles gak? Keripik kentang dalam kemasan bagus dan rasa yang khas atau kalau boleh dikatakan rasanya akan membuat kita ketagihan untuk menghabiskannya saat itu juga. Namun, kalau kau melihat akan harganya, rasanya kau akan berusaha untuk irit dalam memakannya walaupun sebelumnya aku telah pernah memakannya dengan kecepatan yang boleh dikatakan jauh dari irit. Sekali, itu juga saat bertamu ke tempat orang lain dan ditawarin pringles original. Hanya saja, rasanya sungkan untuk membelinya lagi dengan duit sendiri bila mempertimbangkan harganya yang mahal dan dengan isinya yang hanya sedikit itu.

Saat di Balikpapan hampir semua flavour (rasa) pringles telah kami beli. Mengapa tidak, bila hampir tiap dua hari sekali kami diajak belanja ke mini market dan diperbolehkan untuk mengambil apapun yang kami mau. Wah, kapan lagi bisa seperti ini. Akhirnya, belanjaan kami pun tak tanggung-tanggung jenis dan jumlahnya. Minuman isotonik seperti pocari sweat dan YouC 1000 pun seakan menjadi pengganti air putih selama bekerja. Sementara di kamar hotel, freshtea ataupun greantea telah menunggu.

Lalu, bagaimana dengan makan kami sehari-hari? Biaya sekali makan di sana sama dengan biaya makanku selama satu hari di sini, mungkin bahkan lebih. Wow, hebat bukan. Wajar toh, emang biaya hidup di Balikpapan kan mahal. Mungkin iya. Tapi, kalau tiap kali makan Anda makan dengan ikan ataupun ayam lengkap dengan jus ataupun es jeruk maupun es teh, apakah itu masih wajar. Bagaimana dengan nasi + sepotong ikan utuh + es teh + jus lagi? Udah kaya makanan orang berduit aja dong itu. Iya, benar. Tapi keadaannya emang mengharuskan seperti itu, ya manfaatkan kesempatan dong.

**************

Tinggal dalam kehidupan seperti itu untuk jangka waktu yang lama, katakanlah setahun atau dua tahun, atau bahkan lima sampai sepuluh tahun, akankah kehidupan penuh “perhitungan” masih kau pikirkan? Rasanya itu adalah masa lalu. Mungkin masa lalu bagimu atau bagiku adalah masa kini yang tidak pernah mau beranjak bagi sebagian besar orang. Bagaimana dengan mereka? Aku tidak tahu.

Yang selalu kulakukan adalah merasa iba dan berkata kepada diriku sendiri, emangnya kau bisa apa? Jadilah orang sukses dulu dan kemudian kau akan dapat membantu mereka. Haha, sekarang aku tertawa bila mencoba mengingat kata-kata itu seraya berusaha untuk mencoba mengingat apa yang telah ditawarkan oleh kenikmatan itu padaku.

2 responses to “betapa sebuah “kenikmatan” mengubah segalanya

  1. Yessica November 27, 2010 at 3:27 am

    suka banget kak sm tulisan yang ini :))

    iya juga ya,
    kalo pas jadi orang yang susah, pasti kita masih sempat memikirkan orang lain yang juga susah
    tapi kalo udah ada kenikmatan yang diberikan pada kita, saya pun takut bisa lupa sama pikiran saya sewaktu saya masih susah hehehe (ngomongnya muter2 yak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: