Watergius's Journal

The world as I see it

Jangan ambil hartaku paling berharga

Apa itu harta? Duitkah? Atau mungkin kekayaan? Bagaimana dengan kedudukan dan jabatan yang tinggi? Apakah itu yang kita sebut harta.

Menurutku harta adalah sesuatu yang berharga dalam hidupmu, terlepas dari kondisi kehidupanmu. Dengan demikian, harta bagi seorang konglomerat tentu tidak sama dengan harta bagi seorang penyapu jalan atau pengamen atau siapapun kau.

Aku teringat cerita oppung boruku (sebutan untuk nenek dalam Bahasa Batak) saat masih kecil yang pernah diceritakannya beberapa kali sebagai pengantar tidurku tentang harta seorang nenek tua, yakni penyambung nafasnya.

*******
Dahulu kala hiduplah seorang nenek miskin di rumahnya yang sangat sederhana. Hanya ada sebuah tempat tidur, lemari, sebuah meja, dan sepasang kursi yang menghiasi  bagian tengah rumah itu. Bagian dapurnya sendiri hanyalah berisi tungku api dari tanah dan sebuah periuk tua yang sudah berwarna hitam pekat akibat dipakai terus menerus.

Pada suatu malam datanglah seorang pencuri ke rumah nenek itu. Entah angin apa yang membawanya sampai ke situ dan entah kebodohan apa yang merasuki dia sehingga dia berpikir bahwa seorang nenek tua itu memiliki harta yang cukup berharga.

“Serahkan semua hartamu. Kalau tidak kau akan kubunuh!”, ancamnya pada nenek tua itu.

“Saya tidak memiliki harta apa-apa. Ambillah segala sesuatu yang ada di sini kecuali penyambung nafasku”, kata nenek tua itu.

Penyambung nafas. Wah, ternyata benar bahwa nenek ini memiliki harta yang jauh lebih berharga daripada duit dan kekayaan, pikir si pencuri itu dalam hati. “Tidak peduli”, katanya, “berikan benda itu sekarang juga kalau kau masih ingin hidup.”

Merasa tidak memiliki pilihan lain, nenek tua itu pun memberikan sebatang besi mirip pipa air kepada si pencuri itu.

“Apa ini? ”, teriak pencuri itu lancang.

“Inilah hartaku yang paling berharga”, sahut si nenek. “Aku menggunakan benda ini untuk meniup bara api saat akan menyalakan tungku untuk memasak. Inilah penyambung nafasku dan hartaku yang paling berharga. Tanpanya aku tidak akan sanggup meniup bara api itu hingga menyala sehingga tidak mungkin pula aku memasak makanan maupun minumanku”, nenek itu berusaha menjelaskan.

**********

Sepotong pipa besi menjadi harta yang paling berharga bagi seorang nenek, namun tidak bagi seorang penyanyi jalanan yang bergantung pada gitarnya untuk mencari uang demi kebutuhannya, dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Lalu, apakah hartamu yang paling berharga?

************

catatan di malam hari saat internet kosan berhenti ngambek, walaupun hanya sebentar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: