Watergius's Journal

The world as I see it

sebuah catatan di malam sesudah Ganevo

sebuah catatan di malam sesudah pertandingan final Ganevo 2010

******

Senin pagi, semuanya baik-baik saja, dengan kondisi tubuh yang prima.

*****

Sekitar pukul 10 pagi, saya dan beberapa teman kelompok perancangan telah berada di Cikapundung untuk mencari sebuah generator DC. Capek keliling sana keliling sini hingga ke jalan Banceui, benda yang diinginkan tidak didapatkan juga.

*******

Pukul 12.30, kini IBCC menjadi tempat persinggahan berikutnya. ACE Hardware pun segera kami masuki. Namun sayang, benda yang bersangkutan tidak ada juga di situ. Cuaca yang tidak bersahabat pun seakan menyuruh kami untuk berhenti mencarinya di hari itu. Untunglah di IBCC ada banyak TV LED layar gede dengan tontonan yang cukup menghibur sehingga kami agak betah berlama-lama di situ..

********

Pukul 2 siang lewat beberapa menit, hujan masih tetap turun namun sudah cukup bersahabat. Duduk di bangku salah satu food court tampak wajah lelah mahasiswa ITB yang tidak berhasil mendapatkan buruannya. Keputusan pun dibuat. Kita kembali ke gedung PLN ITB untuk membicarakan langkah selanjutnya dengan kelompok lain. Sampai di sini kondisi yang tadinya prima dah mulai menurun.

********

Pukul 16.00 WIB, berada di 21 Ciwalk menonton Harry Potter dengan seseorang.  Ternyata beberapa anak power juga menonton di jam yang sama dan hanya senyum-senyum saja.. haha. Love this part.

******
Pukul 7 kurang 15 sampai kosan, makan, dan langsung mengerjain tugas dengan Dimas. Saat ini kondisi tubuh sudah benar-benar down. Pingin rasanya segera tidur.

******

Selasa pagi. Badanku panas dan kepala pusing. Akhirnya aku terserang demam. Kabar buruknya, hari itu ada semifinal Ganevo melawan Tekim. Sepertinya istirahat beberapa jam bakalan cukup, pikirku dalam hati. Ternyata, sampai sorenya kondisi badan ni gak pulih juga, malah semakin lemas. Apa boleh buat, Ganevo tidak boleh ditinggalkan. Aku pun segera menuju kampus dengan harapan agar hujan turun dan pertandingan hari ini ditunda. Dan puji Tuhan, ternyata pertandingan di tunda dan akan diganti dengan keesokan harinya. Kesempatan satu malam ini pun kugunakan untuk beristirahat secukupnya.

Rabu pagi disambut oleh matahari yang cerah, sama seperti hari-hari sebelumnya. Mudah-mudahan sorenya juga seperti ini. Setidaknya, bila matahari bersinar, dingin yang kualami akibat badan yang panas (kontradiksi gak sih) akan sedikit teratasi. Ya, istirahat semalaman tidak sepenuhnya memulihkan kondisiku. Aku masih terserang demam walaupun sudah agak baikan.

********

Semifinal di mulai. Melihat banyaknya dukungan dari massa HME, entah kenapa aku tidak ingin mengecewakan mereka. Pertandingan ini milik kami. Dengan semangat itu aku berusaha mengumpulkan tenaga dan melupakan demam yang kuderita. Ya, tiga set pun menjadi milik kami. Walaupun tidak bermain maksimal, aku tahu bahwa aku telah melampaui batas tubuhku yang sakit. Wow, kuharap aku baik-baik saja dalam final keesokan harinya.

Sampai di kosan rasanya ingin segera tidur. Tapi entah kenapa keinginan itu kulawan. Saat badan terasa lemas dan sepertinya akan sakit, aku telah sering mencoba istirahat dan hasilnya terkadang sakit itu tidak terelakkan. Bagaimana kalau sekarang di balik? Aku sedang sakit dan ingin rasanya beristirahat. Apa yang akan terjadi kalau aku memaksakan diri melewati masa-masa itu, yakni saat keinginan untuk tidur itu benar-benar dahsyat. Rasanya sih tidak mungkin akan sakit lagi kan wong aku dah sakit (kalau tambah parah sih mungkin.. haha)

Anyway, kondisiku sepertinya membaik. Tidak tahu bagaimana caranya, demamku sudah cukup berkurang. Hanya saja kondisi tubuhku masih belum prima.

**********

Malam kamis, 2 Desember 2010, final Ganevo antara HME dengan KMPN akan segera dimulai. Kondisi tubuh mungkin tidak fit, namun semangat jauh melebihi fit. Kami harus menang.

*******

Pertandingan mungkin tidak kami menangi. Namun, kami telah memberikan permainan yang menarik hingga lima set.

Untuk dapat tetap bermain melebihi set kedua saja tenagaku tadi sudah tidak ada namun entah bagaimana aku masih dapat tetap bertahan hingga set kelima. Sepertinya sumber tenaga itu tidak selalu berasal dari tubuhmu sendiri, namun dapat juga berasal dari semangatmu dan teman-temanmu. Setidaknya itulah yang kudapatkan malam ini.

thank you guys. let’s be the champion in Olimpiade

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: