Watergius's Journal

The world as I see it

membuat paspor kok ribet ya

Senin, 31 Januari 2011

********************

Bermodalkan informasi yang diperoleh dari beberapa blog orang, gw akhirnya memutuskan untuk berangkat sendirian ke kantor imigrasi Bandung, Jl. Surapati No.82 (sebelah kanan kalau kita dari simpang Dago- sebelum hotel Yehezkiel). Buat apa? Gak perlu dijawab..

Berdasarkan blog yg gw baca jg, datanglah sekitar pukul 08.00, tepat saat kantornya dibuka dan gw pun datang pada waktu itu. Gw kirain bakalan masih sepi, eh, tahu-tahunya.. dah kaya pasar aja penuhnya. Gak tahu tuh orang pada datang jam berapa. Katanya sih ada yang dah ngantri mulai jam 7 kurang hanya untuk mendapatkan nomor antrian tiket paling awal.. @@

Sampai di kantor imigrasi, yang pertama kali gw lakuin adalah membeli map kuning + sampul paspor hijau di kantin (dekat parkir motor) seharga Rp 10.000,-. Trus, gw mengambil formulir isian dekat pintu masuk dan dengan santainya mengisi tuh formulir.. Dan ternyata gw salah besar..

Saat sedang mengisi formulir, seorang Ibu yang di dekat saya menanyakan nomor antrian saya nomor berapa. “Wah, saya belum mengambilnya Bu. Emang bisa diambil kalau formulirnya belum diisi?”, tanya saya dengan polos. Dengan tersenyum bijaksana Ibu itu menjawab “tentu saja Den”, dan gw pun langsung ngacir menuju pak satpam yang melayani nomor antrian. Saat itu baru pukul 08.15 dan gw mendapatkan nomor antrian 94šŸ˜¦

Lamanya waktu menunggu membuat saya memiliki waktu lebih-lebih dari cukup untuk menyelesaikan formulir isian yang memang sudah tinggal sedikit lagi. Selain formulir isian itu, hal-hal yang perlu lu persiapkan adalah (semuanya masing2 1 buah saja)Ā  :

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) di ukuran A4 – jangan dipotong, kalau gak lu bakalan disuruh fotokopi ulang
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Fotokopi Akte Kelahiran
  4. Fotokopi Ijazah Pendidikan terakhir
  5. Surat keterangan bekerja (kalau sudah bekerja)
  6. Surat keterangan menikah atau ganti nama (kalau sudah dan pernah)

Menunggu antrian pengembalian formulir sangatlah membosankan… yaa, namanya juga menunggu.. apalagi kalau lu nomor 94 dan saat lu baru mulai mengantri nomornya masih 24. Namun, dari pengamatan saya selama mengantri (soalnya pandangan gw selalu tertuju kepada nomor antrian di depan loket 3 dan 4 tu), nomor antriannya gak ngurut.. Mksdnya gimana? pas gw amati, misalnya sekarang nomor 30 dan beberapa menit lagi, nomornya sudah 36. cepat bgt kan? enak sih kalau selalu begitu.. masalahnya, terkadang nomor antriannya juga berhenti di suatu nomor untuk jangka waktu yang cukup lama (rekor terlama sekitar 20 menitan lebih). Gimana gak kesal ngelihatnya?

Akhirnya, sekitar jam 10.00 gw mendapatkan giliran untuk menyerahkan formulir. Ternyata prosesnya cepat banget. Gw cuma ditanyain buatnya atas nama sendiri atau gak? Lalu diperiksa kelengkapannya dan diberi kertas (semacam kwitansi) mengenai waktu pembayaran dan wawancara plus foto. Dan waktu yang gw dapatkan adalah Jumat ini, 4 Februari 2011..

****

Rabu, 2 Februari 2011

***************

Gw bareng Reza (elektro ITB 2006) datang ke Kantor Imigrasi sekitar pukul 7 lewat dan ternyata memang benar orang-orang dah pada ngantri. Malah, antriannya sudah cukup panjang.

Reza gw suruh tetap ngantri sementara map dan formulir gw yang beliin dan dia pun berhasil mendapatkan nomor antrian 37. Gile, padahal dah datang jam segini loh.. Apa boleh buat..Ā  Setidaknya dia bisa memanfaatkan waktu itu buat mengisi formulir yang memang masih benar-benar kosong..

Pukul 09.00 dia mendapatkan giliran untuk menyerahkan formulirnya, dan gw pun ikut maju. Sebenarnya tujuan gw ikut untuk menanyakan bisa gak paspor kita dipercepat penyelesaiannya soalnya kita butuh tuh paspor segera.. Kata si mbak, dengan jalur normal yang dilayaninya, paspor saya baru selesai tanggal 18 dan Reza tanggal 22.. Gile, hampir 3 minggu.. Bisa-bisa batal dong rencana keberangkatannya.. Sambil berusaha menjelaskan keadaan kami, si mbak pun memanggil seseorang ke loket 4. Katakanlah namanya Pak M. Sembari menunggu si bapak itu, si mbak itu ngomong sesuatu. Gw ingat banget apa yang dibilangnya : “Ini bukan calo ya mas …”

Di luar ruangan, transaksi pun terjadi. Si bapak yang ternyata merupakan anggota salah satu agen pembuatan paspor (S**) mengatakan kalau paspor kami bisa jadi hari itu juga (sore harinya). Tawaran yang sangat menarik, apalagi dengan kondisi kami yang memang benar-benar membutuhkannya selesai secepatnya. Tawaran itu sangatlah fantastis jika saja harganya juga bersahabat. Just for you to know, harga yang ditawarkannya adalah Rp 850.000,- per paspor (harga normalnya Rp 270.000,-) …

****

Pukul 10.00, gw dan Reza sudah berada di bangku antrian untuk masuk ruang foto. Ada satu langkah yang tidak kita jalani, pembayaran biaya pembuatan paspor yang biasanya sangatlah lama. Katanya, saat pembayaran inilah kau akan mendapatkan nomor antrian untuk foto dan wawancara, yang berarti lebih lama lagilah waktu kau harus mengantri..

Tak sampai setengah jam kita sudah masuk ruang foto. Nama kita dipanggil untuk masuk ke ruang itu, bukan melalui nomor antrian yang terpampang di monitor di luar ruangan. Terjawab sudah rasa penasaran gw : kenapa ada yang namanya dipanggil dan ada yang masuk menurut nomor antriannya.. Dan ternyata, di dalam ruangan itu, orang-orang seperti kita berdua juga banyak soalnya perlakuaanya agak berbeda..

Foto dan sidik jari prosesnya sama seperti saat membuat SIM. Buat kamu yang pingin memakai jas juga telah di sediakan 3 buah jas di situ, hanya saja ukurannya S ataupun M. Setelah foto kita langsung di wawancarai, tidak perlu lagi ngantri untuk proses wawancara sama seperti jalur normalnya. Wawancaranya juga tidaklah seribet wawancara kerja. Lu cuma ditanyain apa tujuannya membuat paspor? mau ke mana? urusan apa?

Oh ya, ada sesuatu yang perlu gw beritahu. Singkatan yang ada di nama lu di akte lahir tidak akan dicantumkan di paspor. Kaya gw misalnya. Di akte nama gw Agus Praditya Tp.Bolon.. Tp.Bolon itu singkatan kata mereka dan tidak bisa dimasukkan dalam nama paspor.. Jadilah nama gw di paspor Agus Praditya doang..šŸ˜¦

Gak nyampai setengah jam kita di ruang foto dan wawancara itu. Setelahnya kita diajak si bapak tadi keluar untuk menyelesaikan masalah pembayaran. Kalau bukan karena terpaksa, kita (gw dan Reza) tidak akan menggunakan cara ini. Selain mahal, tentu saja merugikan orang lain. Namun sistem sendirilah yang membuat hal ini bisa terjadi. Kenapa kalau dengan cara ini paspor bisa jadi dalam 1 hari, sementara dengan cara normal sampai 3 minggu? Bagaimana kalau misalnya kau tiba2 butuh membuat paspor dan harus selesai dalam waktu beberapa hari? Kenapa mereka tidak menyediakan jasa layanan khusus, yang memang legal dan harus memiliki surat bahwa urusan Anda memang penting dan mensyaratkan paspor Anda selesai segera. Kalau Anda, kami pasti menggunakan jalur itu karena kami memang benar-benar butuh.

Namun, pada akhirnya beginilah keadaannya. Dan setelah sedikit memelas, si bapak yang tadi pun akhirnya rela kalau kita hanya membayar Rp 800.000,- saja per orang.. Sorenya, sesuai dengan yang dijanjikan, paspor kita memang selesai.

5 responses to “membuat paspor kok ribet ya

  1. nate February 10, 2011 at 2:47 pm

    gus, kartu keluarga boleh fotokopi? walaupun buram gitu?

    • watergius February 10, 2011 at 3:26 pm

      wah, itu gw kurang tahu Natan..
      kalau menurut gw sih, yang penting selama nama orang tua dan nama lu serta alamatnya masih bisa dibaca..

  2. dealer pulsa March 5, 2011 at 9:33 am

    birokrasi ribet yang ujung2nya duit yang bicara

  3. Haekal July 14, 2011 at 2:39 am

    gus, kalo mau buat paspor di bandung , ktp nya musti ktp bandung juga gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: