Watergius's Journal

The world as I see it

4 bulan bersama tim voli HME

HME, kapten, CC, spike, block, tosser, libero, alko, pak uu, bola, kapten, servis, net, nyangkut, masuk, out, lompat, tembok cina, menang, kalah, perak, martabak, es jus, gsg, garis, pisang, aqua, pocary sweat, superindo, kardus, kaos, official, pemain, tim. Masih ada lagi? sulit memang menjabarkan sesuatu yang luar biasa🙂

~ status Afif Gunung di malam setelah final voli olimpiade (Kamis, 10 Februari 2011)

******

Tak terasa hampir 4 bulan aku bersama dengan tim voli HME sekarang. Aku bilang sekarang karena memang dulu juga aku sudah masuk tim voli HME, tentunya dengan beberapa orang yang berbeda.

Aku masih ingat saat pertama kali latihan dengan mereka, 8 November 2010, seminggu setelah aku balik dari Balikpapan. Itulah pertama kalinya aku bertemu dengan beberapa orang anggota tim baru, seperti Ivan, Ilmi, dan Yaqin. Anggota tim voli HME yang akan menjadi bagian dari orang-orang luar biasa buatku selama kurang lebih  4 bulan ini.

*******

Alko, klub voli yang menjadi tempat kami berlatih selama 4 bulan ini berlokasi di Jl. Gambir No. 1, Kosambi. Berada di lantai paling atas sebuah pasar 5 lantai menjadi tantangan tersendiri untuk menaikinya. Belum lagi waktu latihan yang hampir selalu malam hari dan penerangan di tangganya yang remang-remang, lengkap sudahlah latihan kami..🙂

Ada banyak kejadian unik yang terjadi di tempat ini. Cukup banyak malah untuk diceritakan satu per satu.

***

Berada di lantai paling atas, bagian tengah ruangan Alko merupakan daerah kosong yang memungkinkan kita untuk memandang ke lantai di bawahnya. Tidak ada yang aneh dengan itu kan. Namun, bila kukatakan bahwa lantai yang dimaksudkan itu adalah proyek gagal 2 tingkat dengan ruko-ruko yang terbiar, gelap, dan penuh sampah yang berserakan, sudahkah Anda dapat membayangkannya?

Suatu kali di malam hari, saat sedang latihan, bola voli yang kami gunakan lepas kendali dan terjatuh ke ruangan di tengah Alko tersebut. Wajar dong.. Ehm, kalau kukatakan lagi bahwa akses dari lantai Alko berada dengan lantai2 di bawahnya itu sudah sangat dibatasi oleh jaring-jaring tali yang dalam keadaan normal tidak akan mungkin dilewati oleh bola voli.. maka, pastilah bolanya tersebut bergerak dengan manuver berbeda yang memungkinkannya untuk dapat lolos dari perangkap ” si jaring”.

Dengan penerangan dari ruangan Alko kami dapat melihat bola tersebut. Terletak dua lantai di bawah kami, dekat dengan tumpukan sampah-sampah yang berserakan. Hanya ada satu cara agar bola itu kembali kepada kami, seseorang harus menjadi sukarelawan untuk turun ke situ. Dan Reza pun menjadi pahlawannya. Dengan bermodalkan tangga bambu yang memang sudah disediakan untuk keperluan ini, Reza turun perlahan tapi pasti. Namun dia tidak bisa turun sampai ke dasar, melainkan hanya satu lantai. Untuk turun lebih jauh dia harus menggunakan sisa-sisa rangka tangga jalan yang untungnya masih berdiri kokoh. Remang-remang, bau khas sampah, dan sendirian mungkin sangat cocok untuk menggambarkan keadaannya di bawah itu. Inilah kali pertama dan terakhir kalinya bola kami jatuh ke bawah itu..

***

Di suatu malam lainnya kami latihan seperti biasa. Hanya saja, keadaan malam itu tidak biasa. Lampu di tangga menuju ruang Alko mati sama sekali. Hal ini hanya berarti satu hal, tidak ada orang (penjaga) di Alko sehingga lampunya juga mati. Namun, dengan semangat ingin latihan, kami tetap melanjutkan perjalanan menuju lantai paling atas dengan bantuan cahaya dari handphone (sampai segitu niatnya.. ). Dan benarlah, tak ada manusia di atas. Hanya ada bayangan-bayangan yang dihasilkan oleh cahaya malam saat mereka berhasil menembus kaca-kaca dinding Alko.

Beberapa menit menunggu kami mulai tidak sabaran. Bahkan sudah timbul niat untuk membatalkan latihan malam itu dan segera pulang ke kosan masing-masing. Saat akan beranjak pergi, terdengar suara langkah kaki di tangga. Perlahan-lahan suara itu semakin keras kedengarannya sampai akhirnya sebuah bayangan muncul dari pintu masuk. Mukanya memang tidak jelas kelihatan, namun dari bentuk bayangannya sepertinya cukup familiar.

“Mau latihan ya?”, terdengar suara dari sang pemilik bayangan dan terbongkar sudahlah identitasnya. Ternyata beliau adalah bapak yang menjaga tempat ini, yang selalu kami temui tiap kali akan menggunakan Alko. “Ruang panel lampunya dikunci dan kuncinya ada di Pak Uu”, beliau melanjutkan sembari mendekat.

Jepri pun mencoba menghubungi Pak Uu untuk menanyakan keberadaan kunci yang dimaksudkan tersebut dan mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan. Ternyata Pak Uu sedang tidak enak badan sehingga sangat tidak memungkinkan untuk datang malam itu, apalagi hanya untuk menyerahkan kunci doang. Dan kami pun kembali ke dilema semula, latihan tetap jadi atau dibatalkan.

Keputusan masih belum dapat saat beberapa bayangan muncul lagi di pintu masuk. Kedua pemilik bayangan itu ternyata anggota tim yang lain. Dengan orang sebanyak ini sangatlah sia-sia bila latihan dibatalkan.

“Kalau mau kalian bisa menggunakan tangga dan masuk dari atas sana”, kata si bapak penjaga Alko sambil menunjukkan atap ruangan panel lampu yang memang terbuka. Tawaran itu pun disambut dengan baik oleh Jepri yang segera menggotong tangga bambu satu-satunya yang ada di Alko untuk dipergunakan naik ke atas ruangan panel. Dengan langkah yang cekatan bak spiderman, Jepri dan Kevin telah berada di atas ruang panel. Mengapa mereka tidak segera masuk? Karena aku melontarkan pertanyaan spontan : “Kalau kalian masuk, gimana ntar cara kalian keluar?”, yang ternyata tidak terpikirkan oleh mereka sebelumnya saat naik ke atas situ.

Mendorong tangga sepanjang dan seberat itu ke dalam ruangan untuk dapat dipergunakan balik sangatlah tidak mungkin. Bukan saja karena kondisi tangganya seperti yang telah kusebutkan, melainkan juga karena bagian atas ruang tersebut memang ditutupi dengan jaring-jaring tali. Kalaupun tangganya bisa kami dorong, melewatkannya diantara jaring-jaring yang sedemikian banyaknya itu sangatlah sulit.

Dan lagi-lagi, dalam keadaan sulit ini, bapak penjaga tadi menawarkan ide lain yakni untuk membobol gembok pintunya saja. Dia pun menyerahkan tang untuk kami pergunakan. Merasa belum melakukan apa2, aku pun mengemban tugas untuk membobol gembok tersebut. Hitung-hitung sekalian latihanlah, siapa tahu suatu saat butuh.. hehe. Namun, emang dasar tangnya kekecilan untuk ukuran gembok tersebut, yang rusak malah tangnya tersebut. Waduh, bukannya mengurangi masalah, malam nambah lagi. Sepertinya harus menggunakan cara lain nih, dan aku pun memasukkan sebatang obeng di sela-sela gembok tersebut dan memukulnya dengan tang tadi. Setelah beberapa kali usaha sampai tanganku sendiri mulai kesakitan, gembok tersebut pun akhirnya mengalah dan pintu ruang panel terbuka. Saat gemboknya kuperiksa ternyata tidak ada kerusakan dan bahkan dapat dipergunakan kembali. Wah, ternyata aku punya bakat juga dalam hal beginian.. haha.

Lampu lapangan pun dinyalakan. Kedua orang spiderman kita yang gagal melaksanakan misinya pun turun dengan malu-malu dan sang pembobol pun melangkah dengan gagah menuju lapangan.

***

Dua hari sebelum malam final voli olimpiade merupakan latihan terakhir kita sebagai satu tim dan mungkin latihan terakhirku juga di tempat ini. Latihan malam itu sebenarnya biasa-biasa saja. Kita dilatih cara ngeblok spike oleh Pak Uu, dilatih posisi, dan juga dilatih cara spike. Namun, ketika latihan sudah berlangsung hampir dua jam, sesuatu terjadi. Saat Yaqin menerima spike dari seseorang yang aku tidak ingat siapa orangnya, bola hasil pantulannya melayang tinggi di atas kepala Yaqin. Cukup tinggi malah hingga menyentuh langit-langit ruangan Alko (yang sebenarnya cukup tinggi) dan betah di antara tiang-tiang baja penyokong atapnya.

Lantas, apa yang kami lakukan? Sebagai seorang anak teknik, yang terpikir di otak kami malah melemparkan bola voli lainnya ke atas sana dan berharap mengenai bola naas tersebut. Dan mulailah aksi para jagoan lempar bola.

Dodi mengambil ancang-ancang lalu melemparkan bola yang sedari tadi dipegangnya. Bola melayang cukup tinggi dan sepertinya terarah. Namun sayang, arahnya masih melenceng dan hanya berhasil mengenai bagian lain atap Alko.

Kini Ivan mencoba. Dengan taktiknya sendiri, yakni menendang bola voli dan mengarahkannya ke bola naas tersebut. Cukup bagus sebenarnya sebab akan lebih bertenaga. Namun ada hal yang lupa diperhitungkannya yakni tingkat keakurasian caranya itu sangatlah kecil. Dan seperti yang sudah dapat Anda bayangkan, usaha dia pun gagal, malah menghasilkan suara hantaman yang cukup keras di bagian atap lainnya.

Kini giliranku yang mencoba. Dengan ancang-ancang yang pasti bola voli ditanganku kulemparkan ke atas. Keras memang dan terarah. Namun bukan ke arah bola naas tersebut, melainkan ke arah lampu sorot yang sebenarnya posisinya cukup jauh dari posisi bola naas tersebut. Untung lampunya tidak jatuh, kalau tidak bisa terbayang masalah apa yang akan terjadi selanjutnya.. haha

Begitulah selanjutnya, satu per satu kami mencoba kemampuan melempar masing-masing dan tak satupun yang berhasil. Pernah dalam suatu usaha bola yang kulempar mengenai bola naas tersebut. Namun, bukannya malah membuatnya jatuh, melainkan semakin mendorong posisinya jauh ke dalam tiang-tiang penyokong langit2 sehingga semakin susahlah untuk dijatuhkan.

Usaha sia-sia itu berlangsung selama hampir 20 menit hingga akhirnya Reza, yang sedari tadi sibuk mencari sesuatu, datang membawa sebilah bambu panjang. Walaupun panjang namun masih belum cukup untuk menjatuhkan bola tersebut. Dan akhirnya kami pun menggunakan bangku yang biasa digunakan oleh wasit voli sebagai pijakan.

Tak butuh waktu lama sampai bola itu berhasil diturunkan dari posisinya di atas sana. Mengapa hal ini tidak terpikirkan dari tadi ya? Padahal kami anak-anak teknik lho, yang seharusnya mencari solusi terbaik untuk masalah.. haha. Coba dipikirkan sendiri.

Dan itulah akhir latihan di Alko. Latihan terakhir penuh kesan di tempat yang akan selalu ada dalam ingatanku. Mungkin kapan-kapan aku akan datang lagi ke tempat ini..

*******

Cukup bicara tentang Alko. Mari kini kita bicara tentang tim voli HME-nya sendiri.

Sosok pertama yang harus dikenalkan adalah sang manajer tim, Afif Gunung atau yang biasa dipanggil Gunung. Dengan mobil marcedesnya, sang manajer kita ini selalu siap sedia untuk mengantarkan para atlit voli HME, baik ke tempat latihan maupun saat pulang latihan. Sungguh mulia memang hatinya. Pernah suatu kali saat akan pergi latihan, kita ada berenam yang ingin menumpang di mobilnya. Kapasitas maksimum mobilnya tersebut (tidak termasuk supir) sebenarnya hanya 5 orang, 1 di depan dan 4 di belakang (itu pun sudah sempit-sempitan). Lalu, bagaimana selanjutnya? Karena tidak mungkin meninggalkan satu orang (lagian tak ada yang mau ditinggalkan juga sih.. ), jadilah kami berenam masuk ke dalam mobil Gunung. Dua di depan dan empat di belakang. Dan terbayanglah bagaimana suasana dalam mobil tersebut.. haha. Sepanjang perjalanan kami hanya berharap tidak bertemu dengan pak polisi sebab akan ribet urusannya.. hehe.

Kini coba kita lihat sisi lain sang manajer, ternyata dia suka ngegosip juga .. haha. Suasana dalam mobilnya selama perjalanan ke Alko tidak akan pernah sepi, pasti ada aja seseorang yang diomongin, tak peduli orangnya tersebut ada di dalam mobilnya maupun tidak. Dan itulah yang membuat suasananya hangat dan akrab.. piss Nung..

**

Sosok lainnya adalah sang kapten, Jepri Turnip. Tak diragukan lagi kepemimpinan kapten kita yang satu ni, apalagi kemampuannya dalam memukul bola voli. Salutlah buat dia. Merangkap juga sebagai pelatih tim voli putri HME, selalu saja ada yang diisengin oleh dia. Salah satu yang menjadi “korbannya” adalah Pertiwi atau yang biasa dipanggil Siper. Seakan-akan tak habis-habis isengnya atau bahkan rayuan gombalnya ya.. haha.

Bermain voli dan berada satu tim dengan dia merupakan pengalaman berharga buatku. Semoga kapan-kapan kita dapat bermain voli lagi.

**

Berbicara tentang Jepri, anggota tim lain yang langsung terpikirkan olehku adalah Kevin karena mereka memang hampir selalu bareng, baik pulang maupun melatih tim voli putri. Dan sama seperti Jepri, Kevin pun tak kurang isengnya.. haha. Satu hal yang khas selama satu tim dengan Kevin adalah dia sangat ahli dalam menipu. Menipu dalam artian menggunakan bola tipuan dalam permainan bola voli. Dan bakatnya menipunya ini diturunkan kepada anggota tim lain yang ingin mengikuti jejaknya, Ivan.

**

Ivan, kapten tim voli saat ini menggantikan Jepri, hampir selalu diledek oleh Kevin karena passing atasnya yang dianggap lucu (atau aneh ya) oleh Kevin. Bila Kevin meledek, maka Jepri pernah memuji Ivan. Katanya bahwa spike Ivan akan sangat bagus bila saja dia melatih lompatannya sedikit lagi dan jangan sering-sering balik ke Jakarta. Apa hubungannya coba.. hahaha, peace Pauw..

**

Anggota tim lainnya yang segera terpikirkan setelah Pauw adalah Arnold. Sang tosser pengganti Reza ini cukup sering diledekin anak-anak karena sesuatu yang menyangkut fisiknya.. no offense Nold🙂. Namun, karena udah pada akrab kali ya, dia sih nanggapinnya biasa-biasa aja, sambil tertawa malah.. haha. Nice to have you in our team Nold. Dan lagi-lagi, Jepri juga pernah memuji teman kita yang satu nih, yakni karena tenaganya yang luar biasa. Kayanya sih memang akan sangat menguntungkan seandainya saja Arnold cocok untuk spike.. hehe, lagi2 no offense ya.. Namun, masing-masing orang memang sudah punya bagiannya sendiri, dan Arnold pun resmi menjadi tosser baru tim voli HME ITB.

**

Lalu siapa tosser yang digantikan Arnold. Dia tak lain tak bukan adalah Reza. Tosser kawakan yang juga tosser UBV (Unit Bola Voli) ITB ini tak diragukan lagi kemampuannya. Mahir memberikan umpan dalam posisi apapun menjadikannya aset berharga bagi tim voli HME. Dan dia jugalah yang pernah dua kali mentraktir kita setelah mengalahkan lawan-lawan dalam pertandingan voli. Thanks a lot Za..

**

Anggota tim lainnya adalah Yaqin dan Ilmi. Jujur, tak banyak yang dapat kuceritakan tentang kedua orang ini sebab mereka memang jauh dari gosip tim.. haha. Oh ya, tiba-tiba aku teringat sesuatu yang dikatakan Gunung saat kita sedang menunggu Yaqin: “Yaqin dan Ilmi merupakan pasangan yang biasanya telat dan yang selalu ditungguin”.. no offence ya..🙂. However, I just wanna say It’s great to have you both in our team..

**

Bila dalam voli ada pukulan spike dan  semacamnya, maka dalam tim kami ada yang namanya “bola Dodi”.. haha. Itu sebenarnya merupakan variasi pukulan yang dikenal dengan nama bola kijang (gak tahu benar apa kagak). Lalu kenapa namanya bola Dodi? Sebab selama latihan yang paling sering melatih pukulan ini adalah Dodi, dan bahkan dalam pertandingan dia pernah menggunakan pukulan ini untuk mengecoh pertahanan lawan.. Nice Dod, nama itu gak akan pernah terlupakan.

**

Hero kita berikutnya adalah sang biksu Shaolin, Arya. Dengan potongan rambutnya yang mirip Shaolin (kata anak2 sih), jagoan kita yang satu ini merupakan hero dalam pertandingan semifinal melawan FT. Hampir semua spikenya mendarat tajam di jantung pertahanan lawan, dan itu hanya berarti satu hal, poin buat kami.. Dan satu hal yang tidak akan terlupakan juga adalah “Counterpain” kepunyaan Arya yang selalu dipakai beramai-ramai oleh anak2 sebelum setiap pertandingan. Tanpa keberadaan counterpain itu kurang lengkap rasanya pertandingan saat itu.. haha. Terima kasih atas jasa-jasa counterpain lu ya Ya..

**

Sosok lainnya adalah mantan manajer kita saat Ganevo dulu, Bisma. Sukses menjadi manajer bareng Gunung saat Ganevo dulu, Bisma beralih posisi menjadi pemain dalam olimpiade kali ini. Dengan bola-bola potongnya, dia menjadi pemain yang menyumbangkan banyak poin buat tim. Dan dia juga merupakan anggota tim yang paling rajin datang setiap kali ada latihan..🙂

**

Sosok lainnya adalah Adi atau yang biasa dipanggil Abol. Memiliki passing bawah yang baik, Abol pun ditempatkan sebagai libero tim voli HME. Hal yang unik dengan Abol adalah dia selalu datang dan terkadang pulang latihan dengan naik angkot. Awalnya kita tidak mempertanyakan alasannya, hingga akhirnya rahasianya terbongkar. Ternyata Abol bisa mabok kalau berada dalam ruang tertutup, misalnya mobil tertutup yang menggunakan AC.. haha. Dan itulah sebabnya dia lebih memilih naik angkot sebab hembusan angin yang masuk melalui kaca jendela akan bisa mengenai wajahnya..

*******

Tim voli HME masih memiliki jalan panjang, namun keberadaan beberapa dari kami dalam tim voli ini mungkin akan segera berakhir. Kumpulan pengalaman dan kenangan selama 4 bulan ini tidak akan cukup diwakili oleh tulisan ini. Namun biarlah ia menjadi pengingat bahwa masa-masa itu pernah ada dan akan selalu dikenang.

Sebagai penutup, sebuah kisah lucu di depan gerbang ITB sebelum berangkat latihan ke Alko.

Gunung sedang memutar mobilnya tepat di depan gerbang ITB dan kami sedang memandang tepat ke arahnya. Gunung berlalu, dan pandangan beralih ke sosok di dalam mobil di belakang Gunung yang kacanya memang terbuka. Seorang cewe yang tidak asing, Tami (gak tahu nama lengkapnya siapa), anak voli TL 2007. Mobilnya berlalu perlahan-lahan di depan kami dan mata kami pun bergerak perlahan-lahan mengikuti dia. Berusaha cool, dia memandang ke arah kami sedikit dan segera berlalu. Tinggallah kami di situ, tertawa terbahak bahak dengan hasil pemikiran kami sendiri.

“Kayanya dia berpikir ngapain ni orang bego pada ngelihatin gue ya?”, kata Ivan.

“Dah takut kali dia tuh pingin kita culik”, Arnold menambahkan. “Lu sih Dod, pakai melotot segala lagi sambil melipat tangan, dikirain macam-macam jadinya..”, Ivan kembali berkomentar..

Dan malam itu kami pun tertawa dengan puas menyambut latihan terakhir di Alko.

****************

 

tim voli HME Olimpiade 2011

atlet voli HME ITB

Menjadi bagian dari tim ini merupakan suatu kehormatan bagiku.
~ Agus Praditya T

3 responses to “4 bulan bersama tim voli HME

  1. Dody Kurniadi February 12, 2011 at 5:19 am

    mantab lah gus..!! haha… good luck di toshiba gus!

  2. Arnold P February 13, 2011 at 9:03 am

    Nice note, Gus..btw bener kata gw ama mampaw, muka lo rada mirip sama vokalis cwo nya Maliq..hahaha..gud luck Boeloen!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: