Watergius's Journal

The world as I see it

kereta di Jepang – antrian dan kenyamanan

Dari tulisan sebelumnya, Kemacetan Lalu Lintas dan Kebiasaan Telat, saya mendapatkan sebuah respon berupa pertanyaan:

… gmna cara menjaga ketertiban penumpang kereta? di sini kan suka2 orang tuh mau naik di dlm kereta,di atas ato mungkin di bawah. Klo di sana ada yg kyk2 gini ga?
trus gmna kondisi sistem transportasi darat di sana? ditinjau dari segi pengaturan angkutan umum dan kualitas angkutan umum itu sendiri..

***

Kereta yang saya naiki di Jepang merupakan jenis kereta listrik (di Indonesia dikenal dengan nama KRL) yang dikelola oleh JR (Japan Railway), meskipun ada beberapa kereta jalur lain yang dikelola oleh perusahaan swasta lainnya. Gimana ketertibannya? Saya akan coba jelaskan dari metode masuk dan keluarnya penumpang lewat ilustrasi berikut:

antrian orang

kereta tepat berhenti

yang keluar dulu

masuk dengan tertib

Tata cara masuk dan keluarnya penumpang seakan sudah menjadi kebiasaan umum. Tak ada desak-desakan di pintu masuk kereta seperti yang sering kita temui di Bus Transjakarta. Namun ini bukan kesalahan kita sepenuhnya. Luas halte busway yang memang sangat terbatas turut berperan dalam menyulitkan kita meniru tata cara orang Jepang di atas.

Dari segi kenyamanan, kondisi di dalamnya umumnya hampir sama dengan Bus Transjakarta, padat dan penuh dengan orang yang berdesakan. Sedangkan beberapa perbedaan yang cukup kelihatan diantaranya adalah banyaknya pintu, kondisi bangku yang dilengkapi penghangat, dan sebuah monitor penunjuk nama stasiun/halte di atas pintu. Yang kumaksud dengan banyaknya pintu adalah jumlah pintu untuk keluar masuk dari dalam kendaraan. Bila kita ambil panjang kereta sepanjang busway Jakarta, maka untuk busway Jakarta yang hanya memiliki satu pintu masuk/keluar, di kereta Jepang akan menjadi dua pintu masuk/keluar. Hal ini akan sangat memudahkan penumpang untuk keluar walaupun kereta dalam keadaan padat. Dan satu lagi, monitor kecil penunjuk nama stasiun di atas pintu keluar/masuk sangatlah tepat menurut saya. Tidak semua orang ingat akan ciri2 sebuah stasiun sehingga pengumuman seperti ini sangatlah penting, terutama buat orang asing yang pertama kalinya menggunakan sarana transportasi itu.

**

di sini kan suka2 orang tuh mau naik di dlm kereta,di atas ato mungkin di bawah. Klo di sana ada yg kyk2 gini ga?

Kalau di Jepang, orang tidak mungkin naik ke atap kereta. Kenapa? Karena itu adalah kereta listrik sehingga bagian atas kereta tersebut berhubungan langsung dengan listrik. Jadi, melainkan kau ingin mencoba sengatan listrik, saya sarankan jangan coba hal tersebut.

**

trus gmna kondisi sistem transportasi darat di sana? ditinjau dari segi pengaturan angkutan umum dan kualitas angkutan umum itu sendiri..

Angkutan darat yang saya gunakan hampir selalu kereta. Pernah sekali saya naik bus , namun jaraknya cukup dekat. Dari segi ketepatan waktu, sepertinya semua angkutan di Jepang tepat waktu. Dari segi kenyamanan, kualitasnya sama seperti bus eksekutif/bisnis di tempat kita.

***

Kereta dan bus merupakan angkutan umum yang paling banyak digunakan di Jepang. Selain kedua angkutan tersebut, terdapat juga taksi dan monoreal. Bagaimana gambarannya? Rasanya sama juga dari segi pelayanan dan ketepatan waktunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: