Watergius's Journal

The world as I see it

kejahatan dan kebaikan, menjadikan manusia seorang manusia

Suatu ketika seorang guru sedang mengajarkan kepada murid-muridnya tentang kejahatan dan kebaikan, menjadikan manusia seorang manusia.

Bila kau tinggal sendirian di pedalaman hutan, jauh dari kehidupan manusia, menurutmu apakah si jahat akan datang kepadamu? Apa yang diinginkannya? Agar kau berbuat jahat terhadap dirimu sendiri? Apa untungnya buat dia? Sungguh dia akan buang-buang waktu.

Saat tinggal sendirian di pedalaman hutan maka kau tidak akan tahu yang namanya cinta dan benci. Yang akan kau rasakan hanyalah senang saat berhasil mendapatkan buruan yang akan menjadi makan malammu dan marah saat zona nyamanmu di ganggu oleh predator-predator buas. Ya, hanya itu. Hanya keinginan mencari makan dan insting mempertahankan diri. Tidak lebih.

Namun, dengan begitu katanya kau bukanlah manusia. Kenapa? Karena kau seorang diri dan katanya seorang manusia tidak akan menjadi manusia tanpa sesamanya manusia.

Kini, saat manusia yang seorang diri tadi telah berada di lingkungan yang katanya memanusiakannya, ada hal lain yang turut mengintai dia. Siapa? Si jahat tadi. Dengan adanya manusia lainnya yang dapat dijadikannya sebagai korban maka tidak sia-sialah dia mulai menanamkan kejahatan itu kepadamu. Mungkin dia tidak mendatangimu secara langsung dan menanamkannya dalam hatimu. Banyak cara yang dapat dilakukannya, seperti menggunakan manusia lain yang seharusnya memanusiakanmu.  Secara perlahan-lahan kau akan mulai mengenal iri hati, kebencian, nafsu, keinginan merusak, keinginan melukai orang lain, dan banyak lagi hal-hal jahat yang telah direncanakannya kepadamu. Tapi tunggu dulu, ternyata si baik juga tidak akan diam saja. Dia pun akan menggunakan manusia-manusia lainnya untuk menanamkan kebaikan dalam dirimu. Kau akan dikenalkan pada cinta, pengorbanan, kesetiaan, murah hati, kelemahlembutan, dan banyak lagi hal-hal baik, dan tujuannya pun sama, memanusiakanmu.

Kini kau telah mengenal kebaikan dan kejahatan karena kau telah “dimanusiakan” oleh orang lain. Kau dapat memilih kejahatan dan melakukan hal paling buruk yang dapat kau bayangkan atau kau dapat memilih kebaikan dan melakukan hal paling baik yang tidak pernah orang lain bayangkan. Kenapa? Karena kini kau telah menjadi manusia, yang pengetahuannya telah lebih dari sekadar mencari makan dan insting mempertahankan diri.

Lalu, mana yang lebih baik? Menjadi seorang manusia yang hidup dengan manusia lainnya dan memiliki segala kejahatan dan kebaikan itu atau menjadi seorang makhluk bernama manusia tanpa perlu takut si jahat akan turut campur.

“Itu tidak dapat saya jawab”, kata sang guru. “Namun, dalam perjalanan di dunia ini, si jahat sepertinya selalu lebih licik dalam mencari jalannya mempengaruhi manusia. Dan karena kalian bukanlah Tarzan yang hidup seorang diri di pulau terpencil, mau tak mau kalian akan mengalami proses menjadi manusia ini juga. Memelihara kejahatan atau menanamkan kebaikan, itu menjadi pilihan kalian.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: