Watergius's Journal

The world as I see it

seandainya aku bisa bertanya pada ayahku

Suatu kali, sebelum memulai pelajaran, seorang guru mengajak murid-muridnya untuk berkhayal…

“Jika kalian dapat meminta satu hal, hal apapun, dan keinginan kalian itu pasti dikabulkan, apa yang akan kalian minta?”, tanya sang guru.

” Aku pingin jadi orang paling pintar di dunia Pak”, kata seorang anak.

” Harta yang berlimpah”, kata yang lain.

” Umur yang panjang Pak “.

” Aku ingin keliling dunia”, anak yang lain turut menjawab.

Dan kelas pun mulai ramai dengan berbagai perbincangan mereka. Tentang mainan baru, tentang menonton pertandingan klub sepak bola favorit mereka, tentang mobil mewah yang ingin dimiliki, rumah mewah dengan kolam renangnya, dan banyak lagi…

Tapi ada seorang anak yang sepertinya tidak turut dalam keramaian itu. Duduk termenung, tak tahu apakah dia masih berusaha memilih diantara sekian banyak keinginannya ataukah dia tak tertarik sama sekali dengan ide sang guru akan hal ini.

“Apakah kau memiliki terlalu banyak hal yang kau inginkan sehingga tidak tahu ingin memilih yang mana ?”, tanya sang guru. “Lagipula, tadi kan saya sudah mengatakan jika saja keinginan kalian bisa terkabul. Jadi, anggaplah ini seperti meminta permintaan kepada genie dalam kisah Aladdin.”

“Mmm.. Aku ingin bisa bertemu lagi dengan ayahku Pak”, dia pun menjawab.

” Hampir setahun yang lalu ayahku meninggal. Tewas akibat sebuah kepentingan politik kata Ibuku. Tak ada yang tahu pasti. Aku sangat merindukannya dan ingin bertemu lagi dengannya. Dan aku juga punya banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan”.

” Kami adalah keluarga sederhana, bila tidak boleh dikatakan miskin. Hidup di rumah sederhana dan memiliki pemikiran layaknya rakyat jelata. Tidak bodoh, namun juga tidak licik. Dan selama hidupnya ayahku adalah seorang yang jujur, baik hati, dan tak pernah menyakiti siapa pun. Kata nenek, ayah pasti masuk surga. Karena itu, aku ingin bertanya, apa yang harus kulakukan agar aku juga bisa masuk surga dan bertemu dengan dia.”

” Apakah aku perlu mencari kekayaan di dunia ini dan kemudian menimbunnya di berbagai tabunganku? Ataukah aku perlu menjadi orang paling pintar agar nanti tidak kalah dengan orang-orang pintar lainnya yang ingin masuk surga? Ataukah aku harus mengelilingi dunia agar nanti saat ditanya apakah aku telah menikmati segala ciptaan Yang Mahakuasa aku dapat menjawab iya. Ataukah aku harus menjadi orang paling terkenal dan mempunyai pengaruh yang besar? Atau haruskah aku menjadi orang yang paling benar dan dengan demikian menyakiti siapa pun yang tidak sependapat denganku? ”

” Aku mau berjuang mati-matian demi itu semua kalau itu memang dapat mempertemukanku dengan ayahku di surga.”

” Namun …. aku tidak tahu bila itu semua memang jalan yang benar karena aku tidak mungkin dapat bertemu dengan ayahku lagi di dunia ini.”

***

Agus Praditya T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: