Watergius's Journal

The world as I see it

antara film dan mimpi

Sekitar tahun 2007, saat aku masih di bangku SMA, aku menonton sebuah film berjudul The Island yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi Indonesia.

Ringkasan film itu kira-kira seperti ini (dari wikipedia)

***

Tahun 2019, dunia mengalami kontaminasi. Sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Merrick mengumpulkan orang-orang yang selamat dari kontaminasi dan menempatkan mereka di sebuah pemukiman, dimana mereka terus dipantau keadaannya dan dilarang meninggalkan pemukiman tersebut karena ditakutkan dunia luar masih terkontaminasi. Secara berkala, para survivor ini dapat memenangkan lotere ke sebuah tempat indah bernama “The Island” yang sangat indah dan merupakan satu-satunya tempat yang bebas dari kontaminasi.

**

Lincoln Six-Echo, salah satu penghuni fasilitas tersebut, secara tidak sengaja menemukan salah satu serangga yang masih hidup. Hal ini membuat dia heran sebab menurut cerita, tak ada lagi kehidupan di luar pemukiman tersebut. Dengan mengikuti si serangga tadi dia pun menemukan kenyataan bahwa segala sesuatunya tentang keberadaannya  adalah suatu kebohongan. Ternyata dia dan penghuni fasilitas lainnya adalah kloning manusia dari para penyandang dana fasilitas tersebut. Tujuan mereka diciptakan adalah sebagai donor organ bila manusia asli (makers) mereka menderita penyakit atau mengalami kecelakaan..

Akhirnya Lincoln pun memutuskan untuk lari dari fasilitas itu bersama penghuni lainnya yang bernama Jordan Two-Delta. Dengan diburu oleh petugas institusi tempat dulu mereka tinggal, mereka pun berlomba untuk menemui sang makers..

***

Pagi ini, rabu, 29 Juni 2011, aku bangun dari tidur dengan mimpi yang serupa dengan film tersebut. Bangun dari mimpi dimana aku menjadi “tikus percobaan” yang akan diambil organ tubuhnya. Bila dulu saat menonton film itu aku tidak merasakan kengeriaannya, namun dalam mimpi, saat aku menjadi sang korban, hal itu sangatlah berbeda.

Aku bahkan masih memiliki bayangan akan organ apa yang bakalan diambil dari tubuhku. Aku juga masih ingat akan beberapa teman yang telah menjadi korban dan tentang bagaimana aku melarikan diri dan menjadi target buruan. Dan yang paling parah adalah saat kau tidak tahu apakah itu kenyataan atau tidak. Itulah saat dimana kau mulai mempertanyakan kebenaran akan dirimu… haha

Untunglah mimpi hanyalah mimpi. Bila tidak, aku pasti masih tetap berlari dan bersembunyi hingga saat ini..🙂

4 responses to “antara film dan mimpi

  1. sety June 29, 2011 at 6:18 am

    ha..ha.. masih sering kebawa mimpi ya… selmat menikmati mimpi-mimpi…

    • watergius June 29, 2011 at 7:50 am

      haha.. iya mas.. cuma anehnya, filmnya itu aku tontonnya sekitar 4 tahun yang lalu, dan mimpinya baru sekarang..🙂

  2. Lidya Panjaitan July 13, 2011 at 3:12 am

    waw,,, kok bisa ya? ngeri juga sih… akhir ceritanya gimana tuh? jadi penasaran en pengen download, ada gak ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: