Watergius's Journal

The world as I see it

baju putih dan baju hitam

Selasa, 19 Juli 2011

————————

bagian gak penting

***

I don’t have favorite color, but I do have favorite colors. Yup, aku menyukai dua warna yang sebenarnya saling bertolak belakang, hitam dan putih. Yaa, mirip-mirip Yin dan Yang-lah. Kenapa aku menyukai kedua warna itu? Jawaban klasiknya adalah karena aku memang suka. Rasanya banyak orang juga bingung menjawab kenapa mereka menyukai warna tertentu, jadi mari kita lewatkan bagian ini.

*

mulai agak penting

***

Hampir seminggu beberapa bajuku menumpuk di gantungan baju siap untuk distrika. Sejak seminggu yang lalu aku selalu saja membuat alasan untuk menyetrikanya besok harinya, namun selalu saja begitu hingga hari ini. Oke, sebenarnya pagi ini pun aku tidak memiliki niat untuk melakukannya sama sekali. Namun, karena pagi ini aku “sepertinya” memiliki waktu kosong, ada baiknya pekerjaan itu tidak aku tunda-tunda lagi.

Menyetrika pakaian ternyata tidak membutuhkan konsentrasi otak yang maksimal. Kenapa tidak sebab saat melakukan hal itu aku malah masih bisa memikirkan cukup banyak hal lain. Misalnya, aku jadi teringat tentang tentang salah satu soal tes TOEFL yang pernah kuikuti : I don’t mind washing my clothes, but I … iron it (kurang lebih intinya adalah “aku tidak keberatan untuk mencuci pakaian2-ku, namun menyetrikanya adalah bagian yang paling berat”). Dan juga, aku malah terpikir akan hubungan antara kehidupan manusia dengan baju hitam dan putih saat menyetrika kaos oblongku yang kebanyakan berwarna hitam dan putih pula.

*

tidak tahu penting apa enggak

***

Kesemua baju yang akan kustrika itu kucuci bersamaan minggu lalu, namun hasil penglihatanku menilai bahwa tingkat kebersihannya berbeda-beda. Saat menyetrika kaos hitam secara otomatis otakku mengatakan bahwa baju itu bersih sebab penglihatanku tak menemukan kotoran yang kelihatan. Namun, saat tiba giliran kaos putih, otakku secara spontan mengamati hingga akhirnya menemukan bekas debu berwarna coklat. Sedikit memang, namun kelihatan. Dan yang terjadi selanjutnya, kesimpulan pun diambil bahwa kaos berwarna putih itu tidak bersih alias kotor.

Lalu aku terpikir akan perbuatan manusia. Seorang manusia yang selalu berbuat baik dan dikenal pula sebagai orang baik  hampir sepanjang hidupnya pada suatu ketika “terpeleset” alias melakukan kesalahan. Kecil mungkin namun karena selama ini dia dikenal sebagai seorang yang baik (ibarat baju putih tadi), kesalahan kecil tadi menjadi noda yang  selalu pertama kali dilihat orang.

Bagaimana dengan baju hitam? Aku coba mengibaratkannya sebagai seorang yang “jahat” menurut defenisi publik. Hal ini berarti perbuatan baik yang dilakukannya, walaupun cukup besar, tetap akan sulit dilihat oleh orang. Bingung? Oke, aku pun agak kebingungan untuk menggambarkannya, namun marilah kita coba menguraikannya.

Pertama, kita anggap bahwa warna baju yang hitam itu adalah gambaran seorang yang jahat. Dan yang kedua, debu atau kotoran (seperti yang melekat pada kaos putih sebelumnya) adalah perbuatan baik, bukan perbuatan jahat. Inilah kuncinya, jangan sampai terbalik dengan tafsiranmu sendiri. Jadi, bila aku mengatakan bahwa ada kotoran yang melekat pada baju/kaos hitam, itu berarti perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang yang kita anggap sebagai orang jahat tadi. Mengerti?

Sama seperti baju/kaos berwarna hitam yang akan sulit kelihatan kotor walaupun ada debu/kotoran yang melekat padanya, demikian juga kita akan sulit melihat seorang yang jahat sebagai orang yang baik walaupun dia telah melakukan perbuatan baik. I think, that’s just the way it is.

Salah…

Baju putih, saat pertama kali dia terkena kotoran mungkin kotoran itu akan menjadi hal pertama yang kita lihat. Namun, bila baju itu kita pakai dan cuci berkali-kali, kotoran itu mungkin tidak akan kita perdulikan lagi. Bekasnya mungkin masih ada, namun tidak terlihat jelas lagi. Dan yang pasti, kita tidak akan merasa terganggu lagi dengannya.

Demikian juga halnya dengan baju hitam. Kotoran sedikit mungkin tidak akan kelihatan. Namun, bila kotorannya banyak, bahkan dari jauh pun kau akan segera mengatakannya kotor. Dan hal yang sama juga berlaku dengan kehidupan manusia dan perbuatannya menurutku..🙂

***

hanya iseng

*

Bila kau disuruh memilih antara :

– baju putih yang baru saja dicuci dan distrika, namun sengaja dikotorin dengan debu/tanah, ATAU

– baju hitam yang sudah dipakai selama seminggu dan sepertinya sudah bercampur keringat, namun diberi pewangi pakaian sedemikian rupa sehingga terlihat seperti baru dicuci

kau memilih yang mana? Tentunya tanpa mengetahui fakta dibalik kedua baju yang akan kau pilih tersebut.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: