Watergius's Journal

The world as I see it

1×24 jam di Pulau Sebira

Sabtu, 30 Juli 2011 – 22.00 WIB

***

Hampir 9 jam yang lalu kami mendarat di Ancol setelah menempuh perjalanan panjang dari Pulau Sebira, namun sepertinya aku masih merasa “goyang” seakan masih berada di atas kapal. Mengapa tidak bila perjalanan pulang kami tadi menurutku lebih menggoncang perut jika dibandingkan dengan wahana apa pun yang ada di Dufan. Angin kencang, ombak yang berusaha mencuri masuk ke kapal, dan kapal yang melaju kencang, sebuah kombinasi yang sangat menantang. Dan satu lagi, sejauh mata memandang, yang ada hanyalah air. Jadi, kau tentu tidak ingin mencoba berenang di lautan itu, walaupun secara tidak sengaja..🙂

Pulau Sebira, tempat kami menginap selama 24 jam yang lalu, merupakan pulau terjauh dari gugusan kepulauan Seribu. Dengan kata lain, pulau itu berada paling dekat dengan Lampung. Koordinat salah satu pantai bagian baratnya adalah 5° 12.266’ Lintang Selatan dan 106° 27.469’ Bujur Timur (data pengukuran kami menggunakan GPS).

pintu masuk ke Pulau Sebira (dari dermaga)

salah satu bagian pantai Barat

Mendekati pulau Sebira, hal yang akan jelas kelihatan adalah menara Mercu Suar-nya. Bangunan tinggi yang berada di tengah-tengah pulau itu menurut warga Sebira di bangun pada tahun 1869 oleh Belanda. Dan sampai sekarang bangunan tersebut masih berfungsi sebagai mana mestinya (walaupun lampunya telah diganti dengan lampu LED dan menggunakan tenaga surya). Terbersit keinginan saya untuk menaiki 300 anak tangga hingga ke puncaknya, namun, akibat beberapa pertimbangan, niat itu pun saya urungkan.

Mercu Suar kelihatan saat akan memasuki dermaga

Mercu Suar Pulau Sebira

Pantai bagian selatan Pulau Sebira adalah pantai dengan pasir putih. Selain itu, bagian pantai ini juga dimanfaatkan sebagai tempat penjemuran ikan selayar. Katanya, satu kilogram ikan selayar ini mereka jual dengan harga Rp 5000.

pantai dengan pasir putih

bagian pantai selatan Sebira

susunan bambu yang digunakan sebagai tempat penjemuran ikan

Pulau Sebira adalah pulau kecil yang ditempati oleh 100 KK. Karenanya, menurutku, semua orang di pulau ini pastilah saling kenal satu dengan yang lainnya. Dan juga, terbatasnya akses terhadap listrik dan komunikasi serta informasi membuat kegiatan warga di sini sebagian besarnya adalah berkumpul satu dengan yang lainnya.

salah satu kegiatan penduduk di sore hari

anak Pulau Sebira, yang sayangnya menangis saat kofoto😦

Saat ini listrik di pulau Sebira masih disuplai dari sebuah generator diesel yang dinyalakan dari jam 17.30-24.00 dan kemudian dilanjut dari jam 04.00-07.00. Namun, selama bulan puasa ini, jam penyalaan listrik tersebut ditambah sehingga listrik akan menyala dari pukul 17.30-07.00 besok paginya.

Selain generator diesel, sebenarnya di Pulau Sebira ini juga terdapat pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang dikenal dengan nama sistem hibrid. Namun, karena salah satu inverter dari 2 inverter yang tersedia rusak, sistem ini tidak beroperasi saat ini.

ruang generator tampak belakang

panel surya Pulau Sebira

Bagaimana dengan pendidikan? Di Sebira terdapat sebuah sekolah SD-SLTP terpadu. Sepertinya maksudnya adalah bangunan untuk SD dan SLTP-nya hanyalah satu buah. Tak sempat aku masuk ke dalam bangunannya. Yang dapat aku foto hanyalah gang yang berada dekat sekolah itu.

salah satu gang dekat sekolah di P.Sebira

Ke pantai tak lengkap rasanya bila tidak melihat sunset, jadi sekalian sajalah momen itu saya foto juga.

sunset di pantai Sebira

sunrise di dermaga Sebira

**

bonus ->

foto udara Sebira

***

terima kasih kepada:

– I Gede Suryana Saptawirawan, yang telah meminjamkan kamera Nikon D3100-nya sehingga bisa mengambil foto2 ini

– Pak Agus dan orang-orang lab. konversi lainnya yang mengajak saya turut serta dalam proyek ini dan dalam perjalanan seharga Rp15 jt pulang pergi ke Pulau Sebira ini.

25 responses to “1×24 jam di Pulau Sebira

  1. ijul February 20, 2012 at 3:02 pm

    manurut anda pulau sabira bagus ga………..?

    • watergius February 22, 2012 at 12:31 am

      cukup bagus mas, cuma masih banyak sampah bertebaran dan kurang terawat sih..

      • demon February 29, 2012 at 7:28 am

        bisa cerita ga kondisi persis disana? dermaganya? fasilitas umumnya? serta sekolahnya??

        Thanks

      • watergius February 29, 2012 at 3:20 pm

        Sewaktu saya ke sana, dermaganya masih rusak mas. Jadi tembok2nya itu runtuh sehingga dermaganya menjadi dangkal. Rencananya sih akan diperbaiki, tidak tahu sudah jadi apa belum. Kalau fasilitas yang ada, yang saya ingat sih ada 1 masjid, 1 sekolah SD dan SLTP yang menyatu dalam 1 kompleks, 1 lapangan sepak bola, dan 1 lapangan bola voli. Kalau fasilitas kesehatan saya kurang tahu, tidak ada kelihatan soalnya. Kalau masalah air bersihnya, penduduk sana menggunakan air tanah mas.

    • Oboy Mansion III March 3, 2012 at 5:02 pm

      sangat” bagus bos
      soal’a w yg ngalamin sendiri selama 1mnggu di sana

  2. ijul March 4, 2012 at 11:12 am

    sy asli orang sono,fasilitas lumayan mendukung ,…………..engga jelek jelek amat.,,,.,.

    • watergius March 5, 2012 at 1:08 am

      emang bagus kok bos..😀
      sayang saya cuma sebentar doang disananya, padahal pingin nyobain naik Mercu Suarnya juga.. katanya bisa dinaikin kan ya?
      dan salam kenal ya bos..

  3. moch yasa April 1, 2012 at 2:08 pm

    Kalau moe p sebira brktnya dr mana ya? En ongkos nya berapa?,,,,kalau ke pulau peniki deket gak?

    • watergius April 1, 2012 at 3:22 pm

      kalau kita kemarin berangkatnya dari Ancol mas naik kapal motor gitu.. kalau tidak salah, biayanya sekitar Rp 15 juta untuk sekali pulang pergi (kapalnya nungguin kita semalaman di pulaunya)..
      Kalau pulau Peniki saya kurang tahu sih..😀

    • parman May 23, 2012 at 5:49 pm

      Sekarang, dermaganya udah bagus karena sudah di renovasi. Jadi tembok2nya itu sudah kokoh, dermaganyapun sudah dalam/tidak dangkal, karena sudah di gali oleh pemda setempat, fasilitas yang ada,1 masjid yang cukup luas, 1 sekolah SD dan SLTP yang menyatu dalam 1 kompleks, 1 lapangan sepak bola, dan 1 lapangan bola voli. fasilitas kesehatannya satu puskesmas dan tenaga bidan, uniknya masyarakat disana menggunakan air tanah dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan airnya sangat bersih juga tawar. bagi kal,,Kalau mau ke pulau sebira berangkatnya ga harus via ancol dan juga ga perlu mengeluarkan uang hingga Rp.15jt, kita bisa berangkat dari dermaga kamal muara (jakarta utara) dengan menumpang kapal nelayan yang secara berkala pulang pergi ke darat jakarta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan juga menjual hasil lautnya,,,,cukup meminta ijin kepda pemilik kapal dan pengertiannya,,,,mereka cukup ramah

      • watergius May 24, 2012 at 1:36 am

        wah, sudah lebih keren sekarang ya.. mantap
        makasih banyak atas informasinya mas..
        Kita dulu ke situ buat survey, jadi pakainya motor boat dan jadinya lebih mahal..
        Tapi tentu saja ada jalan lain seperti yang mas katakan..
        Kita kemarin sempat dijamu makan di rumah ketua RT (atau kepala desa ya) dan ikan bakarnya sangat enak..
        Lain kali saya pingin berkunjung lagi ke pulau ini..
        Salam

      • parman May 25, 2012 at 3:04 pm

        kalo mau ke sana tinggal konfirmasi saja,,,,,,bisa ko,,,ikut kapal nelayan dari kamal muara,,,asal tahan aja (+-9jam perjalanan) hehe

      • koentjoeng January 19, 2016 at 4:29 am

        bisa tolong infonya…kapal nelayan sabira konfirmasinya ke siapa dan setiap hari apa kapal sandar di kamal muara..

      • watergius January 23, 2016 at 7:17 am

        Saya dulu ke sana dengan orang proyek, jadi kurang tahu infonya. Maaf.

      • koentjoeng January 19, 2016 at 4:32 am

        kl mau mau kesana konfirmasinya ke siapa dan kapal yg kesana setiap hari apa sandar di kamal muara

  4. Ariindri October 26, 2012 at 2:10 am

    Ikan asinnya enak……saya baru kesana 1 Minggu yang lalu….udara bersih, penduduk ramah

  5. sheren November 22, 2012 at 2:18 am

    ada contact person di pulau sebira kah?

  6. Tonsyaukat October 18, 2013 at 10:36 am

    Sebira semakin indah sekarang. Akhir bulan lalu saya dan beberapa teman mengunjungi Sebira, kita diterima baik2 sama Bu Haji dan tinggal di rumah Pak Haji Nurdin. Pantainya masih terjaga. Snorkeling seharian sampai main sama ikan hiu dan bibir disengat plankton gak nyesal deh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: