Watergius's Journal

The world as I see it

manusia dan game RPG

kids and game

RPG (Role Playing Game) adalah tipe game favoritku sebab dalam memainkan game ini kau akan memulainya dari sebuah karakter yang biasa atau boleh dikatakan level paling rendah, hingga akhirnya berjuang mencari jalanmu menjadi seorang jagoan. Dalam perjalanan ini kau juga akan membentuk karakter ‘hero”-mu seperti yang kau inginkan : seberapa kuat dia, seberapa pintar, lincah, dan beberapa hal hebat lainnya. Atau bahkan kau juga dapat memolesnya dengan berbagai keahlian, seperti alchemy, healing, repair, etc , yang tentunya berbeda-beda untuk tiap orang.

Lalu aku coba membandingkannya dengan kita, manusia. Sama seperti “hero” dalam game RPG yang memulainya dari level paling rendah, kita juga memulai hidup ini dari tingkatan paling rendah yang tidak ada apa-apanya, yakni seorang bayi. Dan dalam perjalanan kita, kita akan berusaha membentuk karakter kita : ingin menjadi apa kita, ingin ahli dalam bidang apa kita, dan bahkan ingin berada pada level mana kita saat nantinya game kehidupan ini telah tamat.

Lalu, bagaimana caranya untuk perlahan-lahan menaikkan level kita dari yang paling rendah itu hingga berada pada satu tingkat yang kita pikir sudahlah cukup tinggi ? Jawabannya adalah dengan menerima berbagai quest atau tugas atau rintangan dan berusaha (kalau tidak harus) untuk menyelesaikannya.

Dalam game RPG tiap quest memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Jika “hero”-mu masih berada pada level 1 atau 2, sangatlah tidak bijak untuk mencoba menyelesaikan quest untuk level 10 atau 20. Bukan saja kau tidak akan dapat menyelesaikannya, malah “hero”-mu bahkan dapat menjadi korban. Demikian juga dengan manusia menurutku. Jika seorang manusia masihlah berada pada tingkatan anak-anak, sangatlah tidak sesuai jika dia mencoba untuk ikut campur dalam permasalahan kaum dewasa, walaupun hal itu mungkin dapat membuatnya segera menjadi “lebih dewasa”.

Namun hidup ini bukanlah seperti sebuah game RPG tadi. Bila dalam game itu kau dapat memilih sebuah quest sesuai dengan levelmu, dan kalau pun tidak sesuai, kau dapat menundanya sementara hingga akhirnya kau merasa inilah saatnya. Tapi dalam hidup, masalah-masalah atau quest itu terkadang dapat datang tanpa pandang bulu. Seorang anak berusia 5 tahun misalnya, dia tidak dipersiapkan untuk kehilangan ibu/ayahnya pada usia segitu, namun hal itu dapat saja terjadi. Dan sangatlah tidak mungkin bagi dia untuk menunda hal itu sementara hingga nanti, saat dia sudah dewasa dan sudah cukup mapan untuk hidup tanpa ibu/ayahnya.

anak-anak

Lalu, apa yang harus dilakukan bila menghadapi hal seperti ini? Dalam kehidupan nyata aku tidak dapat mengatakan suatu jawaban yang pasti. Namun, dalam sebuah game RPG aku pernah menghadapi lawan yang levelnya hampir 2 kali lipat dari levelku saat itu. Apa yang kulakukan? Memukulnya, lari, lalu memukulnya lagi dan lari, dan mengulang-ulang hal yang sama hingga aku menang. Sepertinya kehidupan ini juga seperti itu. Bila masalah atau quest yang tidak pada waktunya datang, hadapilah sedikit demi sedikit. Mungkin akan berlangsung cukup lama dan melelahkan, namun hadiah dibaliknya adalah sesuatu yang sangat menjanjikan.

Dalam game, hadiahnya adalah pengalaman (experience) yang sangat besar nilainya sehingga bahkan dapat membuat hero-mu segera naik level. Dan kau tahu apa dampaknya, lawan-lawan lain yang seharunya berada pada level dimana kau berada tidak ada apa-apanya lagi.

***

Agus Praditya T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: