Watergius's Journal

The world as I see it

Mengamen atau Mengintimidasi

Mengamen, yang aku tahu dari arti kata tersebut adalah kita menyanyi, lalu mengharapkan kebaikan hati orang yang mendengar nyanyian kita untuk memberikan apresiasi berupa duit sekadarnya. Dan kalaupun berlebih, itu adalah sesuatu yang jarang dan patut disyukuri.

Aku juga pernah mengamen, tapi mungkin dengan tujuan yang sedikit berbeda dengan kebanyakan pengamen yang kutemui hampir tiap kali naik angkot. Mungkin tidak semua, namun hampir sebagian besar dari mereka menurutku mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara aku, kali pertama dan mungkin terakhir kalinya aku mengamen adalah untuk mencari dana demi mengadakan suatu acara, dan itu juga hampir 4 tahun yang lalu. Jadi, tidak ada yang salah dengan mengamen menurutku. Bahkan, aku pernah berkenalan dengan seorang pengamen yang hampir tiap minggu kulihat. Aku bilang ke dia kalau aku suka lagu-lagu yang dinyanyikannya (hampir selalu dia menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals) dan kami pun mulai bercerita satu dua hal, termasuk kenapa dia mengamen dan juga tentang keluarganya.

Lalu, aku melihat sekelompok orang mengamen malam ini, dan sepertinya yang mereka lakukan itu bukanlah mengamen. Oke, mereka menyanyi tapi liriknya itu dan juga cara mereka “mengerumuni” targetnya sangatlah mengintimidasi. Liriknya kira2 begini:

Seribu saja, seribu saja, seribu saja

Seribu saja, seribu saja, seribu saja

Janganlah pelit, janganlah pelit, janganlah pelit

Janganlah pelit, janganlah pelit, janganlah pelit

dan sepertinya aku juga mendengar mereka menyanyikan sesuatu yang kata2nya seperti ini: ….(aku kurang dengar jelas kalimat awalnya, tapi bagian akhirnya) .. kuburannya sempit, sambil tertawa-tawa.. Apa-apaan itu?

Jika aku memposisikan diriku sebagai pengendara kendaraan yang mereka kerumuni, aku pasti akan sangat tidak senang kepada mereka. Alih-alih terhibur dan merasa iba dengan mereka, yang ada malah perasaan gondok dan pingin mengusir mereka secepatnya. Dan tindakan-tindakan seperti inilah yang terkadang menurutku membuat kesan negatif terhadap kegiatan mengamen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: