Watergius's Journal

The world as I see it

Menanam demi anak-cucu

Ketika musim penghujan mulai, seorang lelaki tua menggali lubang di kebunnya.

“Apa yang kau kerjakan? “, tanya seorang tetangganya.

“Menanam pohon mangga, ” jawabnya.

“Apakah kamu mengharapkan dapat makan mangga dari pohon itu?”

“Tidak, saya tidak ingin hidup sebegitu lama untuk itu. Tetapi orang lain akan memakannya. Itu telah terjadi padaku pada waktu yang berlainan, bahwa mangga yang saya nikmati sepanjang hidup saya ditanam oleh orang lain. Itulah cara saya menyatakan terima kasih kepada mereka.”

(dari buku Doa Sang Katak I oleh Anthony de Mello)

Lalu aku berpikir, mungkin para ilmuwan dan penemu juga melakukan hal yang sama. Mereka melakukan penelitian, percobaan, menarik kesimpulan, dan menghasilkan teori-teori baru yang mungkin hasilnya tidak akan mereka “nikmati” selama masa hidupnya. Namun mereka tetap melakukan itu semua, sebagai hadiah untuk anak-cucu penerus mereka dan juga sebagai cara mereka untuk berterima kasih terhadap generasi sebelumnya. Mungkin begitulah cara bekerjanya hidup ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: