Watergius's Journal

The world as I see it

engineer pun suka naik gunung

Jumat, 7 Oktober 2011 – Sabtu, 8 Oktober 2011 –> Gunung Burangrang

***

Pukul 17.00 : semua peserta “seharusnya” sudah berkumpul di AVRG, namun kenyataannya tidaklah demikian..

Pukul 17.30 lewat : beberapa peserta pendakian telah berada di AVRG, beberapa peserta sedang makan, dan yang lainnya, sepertinya masih dalam perjalanan, entah di mana pun posisinya itu..

Lagi asyik menunggu, tiba-tiba hujan turun. Hanya ada satu pilihan : pendakian tetap dilanjutkan. Lagipula, belum tentu di tempat pendakiannya ntar turun hujan juga..

Pukul 7 kurang : TV di ruang AVRG sedang menayangkan pertandingan persahabatan antara Indonesia dengan Arab Saudi dalam nuansa klasik, hitam-putih. Dengan penuh antusias, para peserta yang menunggu di AVRG pun menyaksikan pertandingan itu, sembari bersorak dan tertawa.

Sekitar pukul 19.50 : mulai briefing di AVRG, pengecekan perlengkapan, pengamanan barang elektronik, dan semacamnya..

cek perlengkapan di AVRG

Sekitar pukul 20.25 : briefing akhir di luar AVRG, pembagian kelompok, dan doa sebelum berangkat..oh ya, tak lupa juga ada sesi foto sebelum berangkat..😀

di selasar depan AVRG

Pukul 20.55 : peserta berangkat menuju lokasi pendakian, meninggalkan ITB..

Sekitar pukul 21.35 : peserta telah sampai di depan pintu gerbang istana bunga.. Sebenarnya ini bukan gerbang masuk untuk memulai pendakian, namun karena “sesuatu hal”, mereka pun berhenti di sini.. Akibatnya apa? Perjalanan pun menjadi semakin jauh.. Oh ya, foto lagi ah..

di depan pintu masuk Istana Bunga

Pukul 21.48 : tim memulai perjalanan menyusuri jalanan di Istana Bunga..

Pukul 22.28 : sempat salah jalan saat ingin mencari sebuah jembatan penyebrangan menuju pos komando.. untung sang pemimpin rombongan, Bung Reza,, segera berinisiatif menanya jalan pada seorang bapak yang sepertinya terbangun atas ulah peserta yang telah mengendap-endap di dekat kandang sapinya😀

Pukul 23.30 : peserta akhirnya sampai di pos komando yang juga merupakan pintu gerbang untuk memulai pendakian.. setelah meminta izin kepada seorang bapak yang berjaga di situ, peserta pun berjalan beriringan dalam kelompok : Punten, Mangga, dan Muhun

Pukul 23.41 : pendakian pun dimulai..

Tak beberapa lama setelah pendakian dimulai, peserta tiba di hutan pinus. Di sini terdapat percabangan jalan. Reza, yang menjadi pemimpin barisan, pun memilih suatu jalan. Makin lama kemiringan jalan itu makin meningkat, namun, kemiringannya bukan ke arah depan, melainkan ke arah samping sehingga jalan ini pastilah bukan jalan yang benar.

Karena tidak memungkinkan untuk mengganti posisi untuk kembali ke percabangan jalan tadi, urutan kelompok pun berubah. Kelompok Punten yang tadinya paling depan kini menjadi paling belakang. Dan jabatan pemimpin barisan pun beralih ke pada Imul. Jabatan yang tidak hanya bertahan hingga percabangan jalan tadi, melainkan juga hingga sampai di puncak Gunung Burangrang.

Sekitar pukul 3.05 pagi hari : Peserta telah sampai di puncak Gunung Burangrang. Terima kasih kepada Dabs dan teknologi canggih yang digunakannya, jejak pendakian pun dapat diabadikan beserta data-data pendukung lainnya..

jalur dan workout pendakian

baru nyampai di puncak

Apa saja yang terjadi di Puncak Burangrang ?

->menikmati Indomie sambil diiringi musik dengan pemandangan langit yang sangat indah

gitar dan supermi

-> tidur dengan sangat nyenyaknya atau ngintip ke arah kamera ya ..

ayo..ayo.. siapa dia..

-> tidak lupa sarapan dengan supermi, kue, dan secangkir kopi yang dibagi bersama

ayo kita mulai hari dengan sarapan..

-> ada juga yang melewatkan momen di puncak itu dengan berpose ala kera sakti dan gurunya

oke juga ni gayanya..

-> Namun yang pasti, tak lupa mereka mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama

20 orang penakluk puncak Burangrang

Bila perjalanan pergi terasa jauh dan melelahkan, perjalanan pulang alias turun pastilah akan jauh lebih mudah. Dengan pertolongan energi potensial yang kali ini berpihak kepada mereka, tak sampai 2 jam mereka telah hampir sampai di dasar, tepatnya dekat hutan pinus tempat mereka sempat salah jalan kemarin malam.

**

Kini pendakian mereka telah berakhir dan tibalah saatnya untuk pulang ke Bandung. Dengan wajah lusu dan kecapaian, mereka duduk di simpang jalan menunggu negosiasi angkot yang akan mengantarkan mereka pulang..

walaupun sudah lelah mereka masih tetap semangat

***

Terima kasih kepada Puger atas foto2nya dan kepada Dabs atas aplikasi canggihnya sehingga track pendakian dapat terlihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: