Watergius's Journal

The world as I see it

Membangun “Brand” Pribadi

Isi tulisan ini dirangkum dari seminar Brenda Bence saat berada di Hotel Shangri-La, Jakarta

Kamis, 10 November 2011

***

Seminar diawali oleh Brenda dengan mengatakan bahwa tiap-tiap orang adalah sama seperti sebuah produk, yakni memiliki mereknya masing2. Dia memberi gambaran dengan menggunakan dua buah gambar yang berbeda, namun hampir serupa fungsinya : Mobil Marcedes dan Lamborghini, dan menanyakan beberapa pertanyaan yang serupa untuk masing-masing gambar tersebut.

Marcedes Benz

Lamborghini

 

 

  • Siapa yang mengendarainya, pria atau wanita?
  • Tua atau muda?
  • Apa pekerjaanya?
  • Berapa penghasilannya ?

 

 

Dan ternyata, hampir semua peserta seminar memiliki pemikiran yang serupa. Menurut peserta, baik Mercedes maupun Lamborghini, keduanya adalah merek buat seorang pria. Hanya saja, Marcedes umumnya dikendarai oleh orang yang lebih tua sedangkan Lamborghini dikendarai oleh seseorang yang jauh lebih muda. Dari segi pekerjaan, orang yang mengendarai Marcedes umumnya adalah seorang bos di suatu perusahaan sementara yang mengendarai Lamborghini adalah seorang pemain bola internasional misalnya. Namun satu hal yang pasti, keduanya memiliki penghasilan yang sangatlah besar. Dan kemampuan untuk memberikan gambaran-gambaran seperti inilah yang disebut dengan branding.

Karenanya, personal branding atau merek pribadi adalah cara yang kita inginkan untuk orang-orang untuk melihat, berpikir, dan merasa tentang kita, dibandingkan dengan orang lain. Dan bila dibawa ke dalam konteks melamar pekerjaan dengan posisi kita sebagai seorang job seeker, personal branding ini adalah cara yang kita inginkan untuk calon bos kita untuk melihat, berpikir, dan merasa tentang kita, dibandingkan dengan pelamar-pelamar kerja lainnya, baik sebelum, saat, maupun setelah wawancara selesai.

Lalu apa pentingnya personal branding ini sendiri? Mengapa kita harus fokus akan hal ini? Dengan menugaskan para peserta untuk berdiskusi dalam kelompok, beberapa hasil pemikiran yang berhasil disimpulkan diantaranya adalah:

  • Agar kita menjadi seseorang yang unik
  • Agar perusahaan mempekerjakan kita
  • Untuk memiliki karakter yang kuat
  • Agar kita mudah dikenal
  • Self positioning
  • Sense of confidence
  • dan banyak lagi hal-hal lainnya

Kini kita telah mengetahui apa itu personal brand dan apa pentingnya memiliki personal branding. Lalu, bagaimana caranya kita mengambil kendali akan personal brand kita sebagai seorang pelamar kerja? Menurut Brenda ada tiga buah cara: Tentukan hal itu, Komunikasikan hal itu, dan Cegahlah agar hal-hal itu tidak sampai rusak. Namun, dalam seminar ini Brenda hanya membicarakan cara yang pertama saja, yakni menentukan ataupun mendefenisikan hal itu (Define It).

Menurut Brenda, langkah untuk mendefenisikan personal brand kita dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, Outside dan Inside. Hal-hal yang termasuk Outside ini mencakup Audience (tamu/hadirin), Need (Kebutuhan), dan Comparison (Perbandingan). Sementara itu, Inside sendiri terdiri dari Strengths (Kelebihan kita), Why (Kenapa harus memilih kita), dan Character (karakter kita).

Dari poin yang pertama, Audience, Anda dituntut untuk mengenal perusahaan yang Anda lamar. Bahkan dalam slide yang ditayangkan oleh Brenda, ada kalimat seperti ini: “You want to stick out in an interview? Be knowledgeable about the company… “. Jadi, hal ini adalah hal penting pertama yang harus kita perhatikan. Lalu, setelah itu, perhatikanlah kebutuhan perusahaan sebab perusahaan tertarik akan hal-hal yang dapat Anda berikan kepada mereka. Mengenai hal ini, Brenda membaginya menjadi dua bagian, yakni hal-hal yang dapat kita berikan kepada perusahaan secara functional maupun yang dapat kita berikan secara emotional.

Secara functional, hal-hal ini mencakup peranan yang dapat kita mainkan, layanan yang dapat kita berikan, termasuk jenis pekerjaan dan deskripsi kerjanya (misalnya Analisis Keuangan maupun Asisten Manager). Sementara itu, secara emotional, faktor-faktor yang terlibat di dalamnya antara lain adalah bagaimana sebuah hubungan dapat dibangun, dimana sebuah branding itu benar-benar terjadi, hingga mencakup hal-hal mendasar untuk mencapai sebuah kesuksesan (kepercayaan, kejujuran, integritas, dll).

Dalam seminar ini cukup banyak pengetahuan2 baru yang disampaikan oleh Brenda, termasuk bagaimana menggunakan material-material penugasan berupa gambar-gambar yang telah disediakan sebelumnya untuk menggali personal branding masing-masing peserta. Sebagai penutup, Brenda menyampaikan bahwa personal branding seseorang dapat berubah dengan sangat cepat sehingga kita perlu melakukan segala cara untuk mencegah rusaknya hal itu. Dan, untuk lebih memberikan gambaran akan hal ini, dia memberikan contoh tentang Alfred Nobel yang saat ini dikenal orang melalui hadiah Nobel yang didirikannya. Siapa yang sangka kalau dulu itu dia adalah seorang jutawan dari penemuannya akan dinamit yang ternyata telah menyebabkan banyak korban jiwa. Dengan sebuah usaha untuk memperbaiki personal brand-nya, kini Nobel telah diasosiasikan dengan penghargaan atas pencapaian terbesar umat manusia, dan bukan lagi dengan kehancuran.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: