Watergius's Journal

The world as I see it

dari warung pinggir jalan hingga ke makanan mewah

Menjadi seorang anak kosan atau kuliahan, tempat makan yang akrab dengan kita adalah warung-warung makan di pinggir jalan. Kita ambil contohnya warung tegal (warteg) ataupun warung pecal lele yang biasanya buka di malam hari. Dan kalaupun kebetulan kita punya uang lebih ataupun saat kita merayakan sesuatu, biasanya kita akan mencari tempat makan yang sedikit lebih baik, tidak terlalu mewah namun juga tidak terlalu biasa, katakanlah di sebuah cafe ataupun food court. Tak lebih dari itu. Namun, siapa yang tahu apa yang akan terjadi esok hari? Siapa tahu esok hari kau akan makan di sebuah hotel mewah dengan berbagai hidangan yang belum pernah kau lihat sebelumnya.

Kira-kira tiga minggu yang lalu aku dan beberapa orang teman berkesempatan untuk mengalami hal ini. Menginap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta memberikan pengalaman tersendiri, termasuk juga pengalaman makannya. Tak peduli itu makan malam ataupun makan pagi, semuanya sama mewahnya. Mulai dari hidangan lokal hingga mancanegara, termasuk juga hidangan pencuci mulutnya. Apalagi bila semuanya itu gratis, tentu tiada kata segan-segan untuk mencicipinya..

Makanannya seakan akan tidak ada habisnya. Bila satu hidangan sudah tinggal sedikit pasti hidangan itu akan segera di-refil  kembali. Tak hanya itu, dengan banyaknya jenisnya kau bahkan akan dibuat bingung sendiri. Niat awalnya sih hanya ingin mencicipi ini dan itu. Namun ini dan itu yang sangat beragam itu tak terasa telah membuatmu kekenyangan bahkan sebelum kau sempat mencicipi semuanya. Kau pun jadi berangan-angan seandainya bisa makan seperti ini tiap hari. Tetapi untunglah tidak (setidaknya belum untuk saat ini). Bisa-bisa berat badanmu akan naik dengan cepat dan kau juga mungkin akan terkena kolestrol dan sejenisnya. Mungkin bila saatnya ntar tiba, kau tidak akan serakus ini lagi dan bahkan menganggap semua hidangan itu biasa-biasa saja. Dan mungkin, kau juga telah belajar untuk menikmatinya, bukan sekadar makan… ini dan itu.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: