Watergius's Journal

The world as I see it

Tentang Waktu (Bandara)

Kamis, 29 Desember 2011

***

Dua hari yang lalu, Selasa, 27 Desember 2011, aku bertanya kepada petugas Damri di Harapan Indah tentang lamanya perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta. “Waktu normalnya dua jam”, bapak itu menjawab. Oh, kalau begitu aku akan menaiki Damri yang pukul 05.00 pagi saja, pikirku dalam hati, sebab penerbanganku menuju Malang dua hari lagi adalah pukul 09.45 WIB.. Gak apalah menunggu sekitar 2 jaman..

Pagi ini, pukul 05.00 WIB, Damri yang kutumpangi pun bergerak perlahan meninggalkan Kota Harapan Indah menuju Soekarno-Hatta.

Tak sampai sejam ternyata perjalanannya. Pukul 6 kurang aku sudah tiba di Terminal 1C Bandara. Bukannya aku gak suka tepat waktu, namun ini namanya kecepatan. Tahu begini, aku harusnya naik Damri pukul 06.00 saja, pikirku. Dan tadi harusnya aku bisa bangun lebih siangan dikit, bukan jam setengah 4 pagi kurang..šŸ˜¦

Dengan sedikit enggan, aku pun berjalan menuju pintu masuk Terminal 1C. Di depan pintu masuk ada TV yang menunjukkan jadwal keberangkatan. Aku lihat jadwalku, ternyata penerbangan ke Malang menjadi pukul 10.20 WIB. Hah? Kok gak ada pemberitahuan sebelumnya, pikirku. Kebetulan loket Batavia Air ada di dekat situ sehigga aku pun memutuskan untuk segera memeriksanya.

“Belum ada kabar delay sih mas,” si mbak di counter Batavia Air menerangkan saat kujelaskan permasalahannya. “Ntar mas cek in aja menurut jadwal di tiket ini dan tanyain petugas di tempat cek in-nya,” dia kemudian menambahkan. Dan akhirnya aku pun segera masuk dan cek in.

Petugas di tempat cek in pun mengatakan bahwa dia belum dapat informasi mengenai keterlambatan penerbangan. Bahkan, di boarding pass-ku, boarding time-nya adalah pukul 09.15. Hmm, berarti sesuai jadwal dong ini, pikirku.

**

Pukul 09.15, tak ada tanda-tanda pesawat tujuan Malang akan segera berangkat. Aku pun bergerak menuju meja informasi untuk menanyakan kepastian keberangktan. Sesampainya di situ ternyata sudah ada seorang bule yang sedang menanyakan tentang hal ini. Si petugas cuma bisa bilang sekitar lima menit lagi mister sambil tersenyum ramah, namun aku tahu ucapannya itu tidak benar. Sepertinya penerbangan ini emang ditunda menjadi pukul 10.20. Dan kalau sudah begini, jangan2 aku juga tadi bisa berangkat dari Harapan Indah pukul 7 pagi..šŸ˜¦

Sungguh sebuah jadwal perjalanan itu sangat sulit di rencanakan di negara ini….

**

Ada sebuah hal yang membuatku terpana saat sedang kesal menunggu di ruang tunggu.

Jadi, ada sekelompok orang yang tadinya harusnya naik pesawat dari gate C5 tetapi dipindah ke gate C2 sehingga mereka pun melintas tepat di depanku. Ibu yang sedang menggendong anak bayinya berjalan bersama dengan anaknya yang lain yang usianya mungkin sekitar 7 atau 8 tahun di barisan paling depan. Tiba-tiba minyak angin terjatuh dari tas si ibu itu tanpa disadarinya. Si ibu itu sudah berjalan menjauh saat rombongan orang2 di belakangnya berseru : “Jatuh.. jatuh.. ,” sambil menunjuk ke botol minyak angin tersebut ke si ibu dan anaknya yang telah berhenti berjalan dan kini sedang memalingkan kepalanya. Kelompok orang yang berseru tadi hanya berseru dan menunjuk doang sambil tetap berjalan meninggalkan botol minyak angin itu di lantai tanpa adanya inisiatif untuk mengambilnya.. @_@. Untunglah masih ada seseorangĀ di luar sekelompok orang tadi yang memiliki inisiatif untuk mengambilnya, tapi itu pun sudah sedikit telat sebab anak si ibu sudah tinggal selangkah lagi sampai ke tempat itu..

***

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: