Watergius's Journal

The world as I see it

Malang, Kereta, dan Kelas Ekonomi

Desember tahun 2011 kemarin adalah kali kedua aku ke Malang, namun kali pertama untuk mengunjungi dan pergi dari kota itu menggunakan dua buah transportasi yang berbeda, pesawat dan kereta. Dan kini, setelah kunjungan pertamaku sekitar 4 tahun yang lalu menggunakan bus, lengkap sudahlah sepertinya segala macam cara untuk mengunjungi kota itu dari sisi lain Pulau Jawa ini.

Tak banyak yang dapat kau lihat saat sedang terbang menggunakan pesawat. Bahkan, mungkin saja hampir sepanjang penerbangan kau tertidur. Tetapi, saat telah mendarat dan keluar dari pesawat, di situlah akan kau lihat keindahan sebuah bandara. Bandara Abdul Rachman Saleh tidak semegah bandara-bandara yang telah pernah kulihat. Namun, ada hal yang membuatku terpesona yakni letaknya yang berada di kaki gunung. Angin lembut pegunungan dan hamparan tetumbuhan hijau seakan menyambutmu untuk datang ke kota ini. Sungguh sebuah sambutan yang ramah dan menawan. Well, tak heran dong bila di pesawat kecil yang kutumpangi ini ada beberapa orang bule yang sepertinya juga ingin menikmati kota ini..

**

Sehari setelah tahun baru aku dan keluarga memutuskan untuk jalan-jalan ke Batu. Bila Malang diibaratkan sebagai kota Bandung, maka Batu ini dapat kita ibaratkan daerah Lembangnya. Di sepanjang perjalanan menuju ke Batu ada hal yang tidak akan luput dari pandangan kita, apel. Hampir di sepanjang jalan buah ini akan kau temui, baik yang masih lengkap dengan pohonnya maupun yang sudah dipetik dan siap dijual. Tak heranlah Malang ini dijuluki Kota Apel.

apel Malang seharga Rp 2000/kg

 

Bahkan tak jarang juga kau akan melihat tulisan seperti gambar di atas..🙂 Sungguh menggiurkan bukan? Tapi sayang, apel yang seharga 2000 itu hanyalah beberapa bagian doang. Sisanya, harganya cukup beragam. Namun yang pasti, harganya sangat jauh lebih murah dibandingkan dengan apel di kota Bandung..

**

Tak terasa 5 hari telah berlalu dan waktu liburanku di Malang pun usai. Kini saatnya balik ke kota Bandung. Niat awalnya sih pingin naik pesawat. Namun, setelah melihat harganya yang sangat tidak bersahabat, pilihanku pun jatuh ke kereta api.

Kereta api jurusan Malang-Bandung bernama Malabar (Malang Bandung Raya) dan memiliki gerbong eksekutif, bisnis, dan ekonomi yang ditarik oleh sebuah lokomotif yang sama. Dengan kata lain, yang membedakannya hanyalah kondisi di dalam gerbongnya, sedangkan tujuan akhirnya tetap sama, stasiun Bandung Kota. Bahkan, katanya kelas ekonomi sekarang juga sudah menggunakan tiket sehingga tidak akan ada lagi yang desak-desakan dan berdiri. Hm, berhubung yang sisa hanyalah kelas ekonomi ini, aku pun memilihnya. Dan harganya sangatlah murah, hampir 8 kali lebih murah dari harga tiket pesawat yang kulihat sebelumnya… hehe

Di tiket tertera jam keberangkatan pukul 15.45 WIB. Pukul 15.30 kurang aku sudah tiba di stasiun namun keretanya belum ada di jalur yang seharusnya. Dengan melihat keadaan ini aku sempat ragu bahwa keretanya akan berangkat tepat waktu. Namun, selang beberapa menit kemudian, kereta pun masuk ke jalur yang seharusnya. Penumpang pun segera berhamburan masuk dan tepat pukul 15.45 WIB, kereta meninggalkan stasiun Malang. Wah, on time juga ya ternyata, pikirku dalam hati.

Selang tiga jam sejak keberangkatan, kereta berhenti. Ternyata ada pemeriksaan tiket. Cukup lama kereta berhenti di tempat ini, bahkan sampai ada yang agak ribut di bagian lain gerbong ekonomi. Adapun alasannya sendiri aku tidak tahu saat itu, melainkan baru kuketahui saat kereta telah melewati stasiun Tasikmalaya..

Sekitar tujuh jam kemudian kereta telah sampai di Yogyakarta. Di stasiun ini pun ada penumpang yang naik dan turun sama seperti di beberapa stasiun sebelumnya. Dan lagi-lagi, di stasiun ini kereta yang kutumpangi berhenti cukup lama untuk melakukan pemeriksaan tiket yang kedua.

Sang petugas dengan ditemani polisi (polisi-polisi yang berjumlah sekitar 6 orang itu telah ikut serta mulai dari stasiun Malang) pun berjalan dari ujung gerbong. Dengan berhati-hati dia membanguni penumpang yang “tertidur” dan meminta mereka menunjukkan tiketnya. Secepat mereka terbangun dan menunjukkan tiketnya, secepat itu jugalah mereka tertidur lagi. Berharap mereka dapat benar-benar tidur dan syukur-syukur saat mereka bangun, tujuan mereka sudah ada di depan mata…

Kira-kira dua jam setelah melewati Yogyakarta, lagi-lagi aku terbangun atau lebih tepatnya dibangunkan. Kali ini bukan karena kereta yang berhenti, melainkan suara seorang bapak yang menanyakan tiketku. Hah, pemeriksaan tiket lagi? Dan akhirnya dengan setengah hati pun aku mengeluarkan tiket itu..

tiket yang telah diperiksa 3x (2 bolongan dan 1 tanda tangan)

**

Pukul 7 pagi lewat kereta belum menunjukkan tanda-tanda medekati Bandung dan bahkan masih baru melewati Tasikmalaya. Hm, ternyata walaupun berangkatnya tepat waktu, waktu tibanya sangat-sangatlah molor.

Tak lama kemudian petugas KAI pun memasuki gerbong ekonomi ini. Kali ini bukanlah untuk memeriksa tiket, melainkan membagian pop mie gratis dan air minum kemasan. Katanya ini termasuk bagian dari pelayanan PT. KAI. Wah, baru tahu gw yang ginian.. Keren juga sekarang pelayanan kereta api ya, pikirku.. Dan bahkan dia juga bercerita perihal keterlambatan sampainya kereta ini ke Bandung. Ternyata kejadian berhentinya kereta ini kemarin malam disebabkan adanya beberapa penumpang kelas ekonomi yang tidak memiliki tiket. Sepertinya pihak KAI meminta mereka untuk turun atau mungkin mereka diturunkan secara paksa sehingga terjadilah sedikit keributan.. Well, ketegasan dan pelayanan seperti ini adalah hal yang cukup membanggakan dari pelayanan kereta api, kelas ekonomi lagi.. Semoga kedepannya pelayanan kereta api semakin baik dan tentu saja, semakin tepat waktu..🙂

lumayanlah buat mengganjal perut

***

Agus Praditya T

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: