Watergius's Journal

The world as I see it

Seorang nenek dan hakim

Pertama kali membaca kisah ini di hari Minggu yang lalu, tepatnya di bagian warta jemaat di tempat saya beribadah. Setelah membacanya, terbersit keinginan untuk mempostingnya di blog ini. Namun, entah kenapa, selesai beribadah warta jemaat itu lupa aku ambil dan baru nyadar saat telah nyampai di kosan. Sempat terpikir untuk menuliskannya ulang dengan kata-kata sendiri, tetapi sampai beberapa menit yang lalu tidak kesampaian juga. Hingga akhirnya aku menemukannya di salah satu status temanku di facebook..

**

…… diruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,….Namun manajer PT. X yang menuntutnya tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim tersebut menghela nafas. Sebenarnya ia enggan menghakimi nenek ini. Tetapi, ia tidak punya pilihan lain., ‘Maafkan saya’, katanya sambil memandang nenek itu,. ‘Saya tak dpt membuat pengecualian hukum’, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. ‘Saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs masuk penjara 2,5 tahun’, spt tuntutan jaksa PU.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smentara hakim tadi mencopot topi toganya, ia membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin :

‘Saya atas nama pengadilan juga menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap di kota ini yang membiarkan seseorang kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi makan cucunya. Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa.”

Sampai palu diketuk dan hakim tadi meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah. Termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT. X yg tersipu malu krn telah menuntutnya.

**

ternyata kisah ini banyak beredar di internet dengan beragam versi, Indonesia (dikatakan terjadi di Prabumulih, Lampung) dan Amerika (yang terjadi di sekitar tahun 1930-an) .. sumber: di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: