Watergius's Journal

The world as I see it

pentingnya menuliskan nomor kontak keluarga

Jumat, 2 Maret 2012

***

Kemalingan handphone (hp), aku pernah ngalaminya, bahkan dua hp sekaligus. Dan dari pengalaman itu, kedua nomorku tersebut segera tidak aktif atau menurut asumsiku sih si pencurinya segera melepaskan kartu SIM-nya dan membuangnya. Dan demikian jugalah pengalaman serupa dari beberapa orang teman yang pernah aku dengar.

Namun, yang dialami temanku barusan tidaklah sesuai dengan kebiasaan umum tadi…

Setelah beberapa waktu menyadari hpnya tidak berada di tempat dia meletakkannya sebelumnya di dalam kamarnya, dia segera memintaku untuk coba menghubungi nomornya itu. Yaa, siapa tahu itu hp terselip ntah di mana… Beberapa saat setelah kutelepon, nomor dia itu ternyata aktif. Dan bahkan ada yang ngangkat, seorang bapak2 kalau dari suaranya. Namun si bapak-bapak itu hanya sebatas mengatakan “halo”, lalu diam selama beberapa saat. Aku pun kaget dan segera memutuskan sambungan telepon itu. Saat hal ini kulaporkan ke temanku tadi, dia segera memintaku untuk mencobanya lagi, dan kali ini tidak tersambung lagi.

Kini, positif sudahlah bahwasanya hpnya itu pasti diambil oleh seseorang yang tidak berkepentingan, apalagi bertanggung jawab.

Tidak ingin keluarganya khawatir, temanku tadi pun segera meminjam hpku untuk menghubungi keluarganya. Namun, karena dia hanya sebatas mengingat dua buah nomor keluarganya saja dan itu pun tidak ada yang menjawab, temanku itu menjadi panik. Apalagi, menurut penuturan temanku tadi, dulu dia pernah kehilangan hp juga dan orang yang menemukannya itu malah menghubungi keluarganya dan mengatakan hal yang enggak2 kepada mereka. Jadi dulu itu orang yang menemukan hp itu mengatakan kalau dia itu temannya temanku itu dan saat ini temanku itu sedang kritis dan dirawat di UGD sehingga membutuhkan biaya. Tak tanggung2, si penelepon itu meminta Rp 50 jt kata temanku. Untunglah dulu dia dapat segera menghubungi keluarganya sehingga kejadian yang tidak diinginkan itu pun bisa dicegah…

Namun kini, dengan tidak bisanya anggota keluarganya dihubunginya, temanku tadi tentu jadi panik..

**

Hampir setengah jam kemudian, dengan temanku tadi di dekatku, aku mencoba lagi untuk menghubungi nomornya. Ternyata nomornya sudah aktif lagi, hanya saja tidak ada yang menjawab. Baru kali ini aku ngalami kejadian yang kaya gini, pikirku dalam hati. Akhirnya, aku pun iseng untuk ngesms ke nomor itu dengan pura-pura menanyakan buku dan barang yang dijanjikan si pemilik nomor sebenarnya (temanku) kepadaku. Dan si “pencuri” itu cukup responsif juga membalas smsku, bahkan sok akrab.. @_@. Sialan juga nih orang, pikirku dalam hati.

Tak beberapa lama, kebetulan teman kosan kami yang lain pulang. Teman kosan kami ini jauh lebih tua dari kami sehingga kami memanggilnya abang. Setelah bercerita tentang kejadiannya kepada abang ini, dia pun berinisiatif untuk mencoba menelepon lagi tuh si pencuri. Dan ternyata, teleponnya diangkat oleh si pencuri itu dan bahkan cukup lama juga mereka ngobrol ngalur ngidul. Kalau menurut pengakuan si pencuri itu, yang berhasil ditangkap oleh abang kosanku tadi, bahwasanya hp itu punya saudara dia (padalah awalnya dia ngakunya itu hp dia) dan kalau dia itu tinggal di daerah Dago..

Kejadian ini benar-benar membuat kami terheran-heran. Tampaknya motif si pencuri ini bukanlah hpnya, melainkan bisa saja kasus penipuan seperti yang dulu pernah dialami oleh temanku ini. Dan kini, dengan tidak bisanya kedua nomor kontak yang diingat dia itu untuk dihubungi, kami hanya bisa berpikir positif dan dia berharap semoga keluarganya tidak segera terprovokasi oleh kabar-kabar yang tidak menyenangkan.

**

Dari kejadian ini, ada beberapa hal yang dapat kutangkap:

1) Pentingnya untuk mencatat nomor kontak keluarga kita selain di hp. Dan usahakan untuk mencatat sebanyak-banyaknya.

2) Kalau poin satu di atas tidak terpenuhi (mirip kejadian yang dialami temanku), berharaplah untuk dapat menemukan kotak atau bungkus kartu perdana kartu Anda. Kenapa? Sebab untuk melapor kehilangan hp (termasuk nomornya) dengan tujuan untuk memblokir nomor tersebut sementara waktu, bila nomor tersebut masih tetap aktif, pemblokiran (termasuk pelaporan hilang) sepertinya tidak dapat dilakukan. Apa buktinya kalau nomor itu memang milik Anda? Bahkan identitas saat registrasi kartu pun tidak dapat dijadikan bukti. Hanya kotak atau bungkus kartu perdana kartu itu sajalah yang dapat Anda gunakan.

3) Selalu hati-hati…

***

 

 

3 responses to “pentingnya menuliskan nomor kontak keluarga

  1. charles May 24, 2012 at 9:19 pm

    Bagus kalki bah agus,hahaha.Cemana kabar di Kanada kedan. Langsung nya kau bikin refleksi tentang kejadian itu yha.hehe.Btw jgn lupa Paulo Coelho nya.haha,ngarep.com
    Dr bg Charles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: