Watergius's Journal

The world as I see it

Membuat NPWP, perlukah seribet ini?

Rabu, 21 Maret 2012

***

Sebelumnya, sekitar seminggu yang lalu saat berada di Bandung, aku dan teman kosanku ke kantor pajak Bandung yang berada di Jalan Purnawarman. Rencananya kami berdua ingin membuat kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Yaa, walaupun sebenarnya kami berdua belum bekerja.

Sampailah kami di kantor pajak itu. Sebelum sempat mengambil formulir, pak satpamnya menanyakan KTP kami, apakah KTP Bandung atau bukan. Kata bapak itu, hanya yang memiliki KTP Bandung sajalah yang dapat membuatnya di sini dan dengan demikian aku pun tidak masuk dalam daftar..

Singkat cerita, akhirnya temanku tadi saja yang berhasil membuatnya dan tak butuh waktu lama dari mulai dia duduk di depan petugas pajak hingga mendapatkan kartu NPWP-nya. Kira-kira 15 menit bila kuhitung-hitung…

**

Senin kemarin akhirnya aku ke kantor pajak Siantar untuk membuat kartu NPWP. Setelah mengisi formulir dan menyertakan fotokopi KTP, aku pun menunggu giliran untuk menyerahkannya di loket2 yang tersedia. Saat telah berada di salah satu loket, Ibu yang bertugas di situ memintaku untuk mengisikan nama perusahaan tempat aku bekerja, padahal statusku saat itu belum bekerja. Aku pun mengatakan kepada Ibu itu kalau aku belum bekerja dan bahkan aku membutuhkan NPWP ini sebagai salah satu syarat untuk melengkapi kontrak penandatanganan kerja. Dan lagipula, dulu temanku saat di Bandung bisa membuatnya walaupun dia menuliskan belum bekerja di bagian informasi pekerjaan.

“Kalau belum bekerja ya gak bisa buat NPWP-lah dek,” itu kata Ibu itu kepadaku. Aku yang cukup kebingungan pun berusaha menyampaikan alasan2 di atas, namun tidak ada gunanya. Akhirnya aku pun menuliskan nama perusahaan yang memintaku membuat kartu ini sebagai salah satu persyaratan kontrak kerjanya. Barulah setelah itu ibu tadi memproses berkasku dan memintaku untuk mengambil kartunya dua hari lagi, yakni pada hari ini.

**

Pagi itu aku sengaja datang setengah jam setelah jam kerja mereka mulai dengan harapan dapat nomor antrian awal sehingga urusan pun segera kelar. Emang sih dapat nomor antrian awal-awal dan keempat petugas di loketnya udah datang. Hanya saja, yang melayani pelanggan hanyalah satu loket saja sehingga tetap saja proses nunggunya lama. @_@

dapatnomor antrian awal2

Akhirnya giliranku pun tiba dan aku pun menyerahkan bukti pengambilan kartu kepada petugas yang ada. Cukup lama ibu itu mencari-cari kartuku di tumpukan dokumen. Akhirnya, dia pun memanggilku dan mengatakan kalau kartuku tidak dapat dicetak sebab tidak ada surat pengantar dari perusahaan tempatku bekerja. Dengan kata lain, aku membutuhkan surat pengantar dari perusahaan yang namanya kutuliskan di formulir isian itu. Hah? Apa-apaaan ini, pikirku. Kenapa hari Senin kemarin si ibu yang menerima berkasku tidak menyinggung tentang hal ini, sempat ingin kukatakan begitu sama ibu itu. Tapi, rasanya itu tidak sopan dan aku pun memilih untuk meninggalkan tempat itu sesegera mungkin.

**

Kebetulan aku mempunyai saudara yang bekerja di kantor pajak di Siantar. Sudah cukup mapan juga posisinya, jadi urusan tentang hal yang begini dia tentu sudah lebih paham. Akhirnya, aku pun bertanya perihal pengurusan NPWP ini, termasuk kejadian saat permohonan pencetakan NPWP-ku ditolak. Ternyata, kata saudaraku tadi, NPWP-ku dapat dicetak walaupun tidak ada surat pengantar dari perusahaan.

Dengan bantuan saudaraku tadi, aku pun dihubungkan dengan seorang mbak di kantor pajak itu. Lewat mbak itu, aku pun menyerahkan formulir pembuatan NPWP-ku yang ditolak tadi pagi. Dan tak sampai setengah jam, NPWP-ku telah selesai dicetak.

**

Kini, aku jadi tambah kurang yakin dengan pelayanan publik milik pemerintah. Kalau seandainya tadi aku tidak memiliki saudara di kantor pajak, kemungkinan aku tidak akan memiliki NPWP sampai sekarang. Di Bandung, aku tidak bisa membuatnya sebab tidak memiliki KTP sana, walaupun di sana kita tidak harus memiliki pekerjaan untuk membuatnya. Di Siantar, aku memiliki KTP-nya. Hanya saja, aku tidak dapat menuliskan status belum bekerja di kolom isiannya. Sungguh-sungguh sangat membingungkan.

***

3 responses to “Membuat NPWP, perlukah seribet ini?

  1. Zaki Mujahid March 22, 2012 at 4:25 am

    itu kesalahan kantor pajak setempat berati gus. soalnya gw buat di daerah kampung di pandeglang, lancar2 aja, cuma 15 menit buatnya. profesional

    yang lebih gw perhatiin justru urusan SPT (surat pajak tahunan). Yang jengkelnya itu, kita udah bayar pajak tahunan, tapi harus pula lapor k lmbaga tersebut bahwa kita sudah bayar pajak. Entah apa maksudnya.

  2. Fadhli Hiba November 27, 2015 at 6:57 am

    Iya ka . Aku juga sama kasusnya dgn kaka.. aku kesel bgt sama kpp d daerahku.. sampai naik darah ka .. kebetulan saudara ada yg kerja d djp pusat ka. Tapi blm tau bisa atau tdk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: