Watergius's Journal

The world as I see it

empat engineer dan hitung-hitungan utang piutang

Tempat tinggalku di kota Parahyangan adalah berupa rumah kontrakan dengan enam buah kamar.

peringatan.. gambar dapat menipu...

Tiap bulannya, tiap-tiap orang mendapat giliran untuk membayar iuran kosan (air, telepon, listrik, dan bersih2), membuat laporannya, dan meminta (atau setidaknya berharap) agar uang yang dia talangin itu segera dibayar teman-teman yang lain. Keteraturan ini telah berjalan cukup lama, hingga mulai akhir tahun lalu, saat penggantian rugi kepada yang menalangi tadi tidak berjalan sebagaimana mestinya…

Ketidakteraturan telah berjalan selama lima bulan. Dengan bulan keenam semakin dekat dan kejanggalan dalam besarnya pembayaran iuran bulan kelima, maka kami pun memutuskan untuk mendiskusikan cara pembayaran duit yang telah ditalangi masing2 orang dari akhir tahun lalu..

**

  • Bulan Desember -> giliranku -> besar iuran 474.700
  • Bulan Januari -> Mr.B ->besar iuran 486.348
  • Bulan Februari -> Mr.C -> besar iuran 450.000
  • Bulan Maret -> Mr.E -> besar iuran 389.000
  • Bulan April -> Mr.J -> besar iuran 268.445
  • Bulan Mei -> Mr.I -> masih akan dibayarkan nanti di bulan Mei

Total seluruh biaya di atas adalah 2.068.493. Dengan jumlah penghuni kosan ada 6 orang maka masing-masing orang “memiliki hutang” sebesar 344.749 kepada seseorang atau malahan, seseorang  akan mendapatkan duit dari orang lain bila pembayaran yang telah dilakukannya lebih besar dari 344.749 itu. Dan untuk perhitungan inilah kami sempat kebingungan bahkan sempat hampir melakukan hal konyol…

Kita ambil contoh hitung-hitungan yang kami lakukan untuk bulan Desember

Dengan besaran biaya yang aku bayar seperti yang tertera di atas itu, maka tiap-tiap orang seharusnya membayar ke aku sebesar 474.700/6 = 79.117. Karena aku tidak mungkin membayar kepada diriku sendiri, maka seharusnya total duit yang aku terima adalah 79117 x 5= 395.585 . Namun, karena dari awal telah ditentukan tiap-tiap orang memiliki hutang sebesar 344.749 kepada “seseorang”, maka sisa duit yang aku terima hanyalah tinggal sebesar 395585-344749 = 50.836. Dan untuk memudahkan perhitungan, kami memberi tanda plus (+) sebagai simbol aku harus menerima duit sebesar itu.

Sekarang, kita ambil contoh hitung-hitungan yang kami lakukan untuk bulan April

Dengan besaran biaya seperti yang tercantum di atas, maka tiap-tiap orang seharusnya membayar sebesar 268445/6 = 44741 kepada Mr.J. Dan dengan mengeluarkan juga dirinya sendiri dari persamaan itu, maka seharunya total duit yang diterima Mr.J adalah 44741 x 5 = 223.705 . Namun, karena adanya hutang yang dimiliki masing-masing orang di awal sebesar 344.749, maka Mr.J malah masih kekurangan setoran sebesar 344749 – 223705 = 121.044. Dan lagi-lagi untuk memudahkan perhitungan, kami memberi tanda minus (-) sebagai simbol dia masih memiliki hutang.

Menggunakan cara yang sama seperti di atas, maka data rekapitulasi per orang adalah sebagai berikut:

  • Aku   -> +50.386
  • Mr.B -> + 60.541
  • Mr.C -> + 30.251
  • Mr.E -> – 20.582
  • Mr.J -> – 121.044
  • Mr.I -> – 344.749

Dengan menjumlahkan masing-masing nilai untuk yang plus (mendapatkan duit) dan yang minus (masih punya hutang), maka kami mendapatkan “kejanggalan” sebagai berikut:

– Besarnya jumlah yang plus (+)  = 50386 + 60541 + 30251 = 141.178

-Besarnya jumlah yang minus (-) = 20582 + 121044 + 344749 = 486.375

hutang.. mana piutangnya

Ternyata jumlah duit hutang (alias yang minus) jauh lebih banyak dibandingkan dengan duit yang piutang (yang plus). Bakalan jadi milik siapa sisa duit itu, itulah yang sempat menjadi perdebatan kami. Bahkan, saking buntunya otak kami untuk berpikir di malam hari saat rapat itu diadakan, kami terpikir untuk melakukan pembayaran dengan cara yang “tidak engineer” (entah darimana istilah ini) sama sekali : Jadi mereka berlima membayar ke aku dulu sebesar 79.200 per orang untuk biaya bulan Desember. Lalu, kami mengulangi membayar kepada Mr.B sebesar 81.058 per orang untuk biaya bulan Januari, dan seterusnya hingga biaya bulan April. Hanya saja, kami kepikiran untuk melakukannya dengan kerta-kertas putih yang kami tulisi dengan nominal duit yang ada… hahaha

Untunglah cara bodoh itu tidak jadi kami tempuh sebab kami akhirnya mengetahui untuk siapa sisa duit yang bakalan dikumpulkan oleh orang-orang yang minus (-) tadi…🙂

***

Agus Praditya T

 

3 responses to “empat engineer dan hitung-hitungan utang piutang

  1. Phuarrel April 27, 2012 at 6:23 am

    Dan sisa itu adalah buat … (isilah titik2 di sebelah).

  2. charles May 24, 2012 at 9:20 pm

    hahaha.that’s it.No big deal kedan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: