Watergius's Journal

The world as I see it

dari jalan raya hingga restoran mewah

Tinggal di kota dengan budaya yang berbeda selalu mempunyai hal baru untuk ditawarkan, mulai dari kondisi jalan untuk pejalan kaki, supermarket, bank, hingga restoran mewah di puncak sebuah gedung…

**

“Pejalan kaki, patulihah rambu-rambumu” – itulah peraturan yang paling sering aku baca untuk pejalan kaki. Rambu-rambu apa? Jadi, setiap pejalan kaki tuh harus nyebrang dari tempat yang telah ditentukan yang biasanya terdapat di persimpangan setiap jalan. Dan, untuk menyebrangnya juga tidak boleh sembarangan, harus menunggu tanda khusus untuk pejalan kaki.

lampu tanda boleh menyebrang jalan

Bila tandanya telah berubah menjadi hitungan mundur, siap2lah untuk berjalan lebih cepat sebab mobil2 sudah tidak sabar lagi untuk segera bergerak…

**

Saat belanja di salah satu supermarket di kota ini beberapa hari yang lalu, kebetulan belanjaanku cukup banyak sehingga aku ditawarkan kantong plastik. Awalnya aku tidak “ngeh” sih, tapi setelah nyampai di kamar, baru aku sadar akan sesuatu tentang plastik belanjaan itu:

merci – thank you

Tidak ada nama supermarketnya seperti yang biasa kita temukan di tiap plastik belanjaan supermarket di Indonesia.. Cukup menarik sih menurutku hal ini..🙂

 

**
Karena akan berada cukup lama juga di kota ini, aku pun memutuskan untuk membuka rekening Bank Canada. Prosesnya sama sekali tidak ribet (cukup bawa passport dan work permit). Dalam waktu sekitar setengah jam-an, rekening bankku pun sudah jadi, lengkap dengan kartu ATM-nya. Dan satu lagi, mereka sekalian membuatkan kartu kredit kita dengan biaya cuma-cuma..

kartu ATM Canadaku..😀

Dan satu hal yang benar-benar beda dengan bank-bank yang aku pakai di Indonesia adalah dalam proses pembuatan kartu ATMnya. Di Indonesia, kita diberi kartu ATM dengan password awal di dalam sebuah amplop yang dapat kita ganti setelah menggunakan kartu ATM itu beberapa kali (cukup merepotkan kalau menurutku).

Kalau di sini, mereka akan mengajak kita langsung untuk mensetting password kartu ATM kita sehingga kita langsung dapat menggunakan password yang kita inginkan tanpa perlu menunggu beberapa transaksi dulu untuk dapat menggantinya..

 

**

Di Indonesia aku sudah pernah makan di restoran (yang biasa-biasa aja). Di sini, aku (lebih tepatnya kami sih) diajak makan di sebuah restoran mewah di puncak CN Tower (ikon kota Toronto- semacam Eifel bila di Paris) oleh HRD perusahaan kami..

CN Tower dari kejauhan (diantara 2 gedung)

Dan kini, aku sudah pernah ngerasain yang namanya satu set makan malam itu, mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup..😀

menu di CN Tower

***

2 responses to “dari jalan raya hingga restoran mewah

  1. harryaraipanjaitan May 9, 2012 at 6:27 am

    mantap gus..lanjutkan terus menulis pengalaman di kanada.. asik bacanya.. nambah wawasan juga..haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: