Watergius's Journal

The world as I see it

menyetor duit dan membeli nomor handphone

Aku belum pernah mencoba untuk menyetor duit lewat ATM di Indonesia. Namun, dari cerita teman ataupun kenalanku yang pernah melakukannya, kita memasukkan uang kita satu persatu dari tempat yang sama kita menarik uang itu di mesin ATM. Dan seperti itu jugalah yang kubayangkan akan kulakukan saat mencoba mendeposit duit ke rekening bankku di sini.

Beberapa menit setelah rekening dan kartu ATMku jadi, aku minta tolong kepada pegawai bank yang tadi mendaftarkanku untuk menunjukkan caranya mendeposit duit menggunakan mesin ATM. Dengan senang hati dia pun mengajakku ke mesin terdekat, memintaku memasukkan kartu ATM, serta melanjutkan proses hingga sampai ke pilihan deposit duit.

Di pilihan deposit ini, kita tinggal memasukkan besarnya duit yang ingin kita transfer dan menekan tombol next untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, memasukkan duit ke mesin. Gimana caranya? Ternyata kita tidak memasukkan duit itu satu persatu seperti di Indonesia, melainkan kita memasukkan sejumlah yang kita setor lewat sebuah tempat khusus di mesin itu. Dan, saat menyetor duit tadi, kita memasukkannya ke dalam sebuah amplop tertutup yang disediakan khusus tepat di samping setiap mesin ATM. Aku pun iseng nanya ke petugas tadi, “Gimana caranya kalian tahu kalau jumlah duit yang di setor di dalam amplop itu sama jumlahnya dengan yang dituliskan di layar ATM sebagai besarnya duit yang di deposit?“. Dia pun menjawab : “We trust you.. “. Sebuah jawaban yang membuat aku cukup terkesima. Sungguh sebuah kejujuran itu sangat berharga..

Mesin ATM TD Canada Trust

**

Berbicara tentang kemudahan membeli sebuah nomor telepon genggam (cell phone), Indonesia sangat-sangatlah jauh lebih mudah. Sebagai seorang asing, bila kita telah punya hp (asumsi tidak di-lock), kita tinggal beli nomor, pasang kartunya di hp kita, registrasi sebentar, dan kita pun siap untuk menggunakannya. Di sini, di tempat aku sekarang berada, kasusnya tidak sesederhana itu.

Di negara ini, hampir semua service telepon genggamnya menggunakan kontrak. Jadi, kita harus berlangganan sekian lama dengan biaya sekian banyak. Namun, untungnya ada beberapa yang tidak kontrak juga, seperti yang berusaha kami cari sebagai pendatang yang tidak akan tinggal permanen di sini.

Beberapa provider berhasil kami temukan. Di satu provider, kita memerlukan Canadian Bank Account untuk dapat membeli nomor mereka (atau kartu kredit juga bisa-sepertinya). Di provider lain, kita harus memiliki SIN (Social Insurance Number) Canada terlebih dahulu baru bisa membuatnya. Dan itupun, tidak semua handphone bisa digunakan. Jadi, handphone kita diperiksa dulu IMEI-nya satu persatu untuk memeriksa apakah jaringan mereka bisa digunakan handphone kita atau tidak. Bukan canggih atau tidaknya handphone yang berpengaruh dalam hal ini, sebab beberapa temanku hpnya BB yang cukup canggih namun tidak bisa menggunakan provider itu, yaa, termasuk aku juga yang menggunakan sebuah hp Samsung keluaran tahun lalu. Akhirnya, aku pun mencoba untuk hidup tanpa menggunakan handphone di sini. Orang dulu aja gak punya handphone bisa survive dan mereka jalan2 juga kok, apa bedanya dengan zaman sekarang kan..šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: