Watergius's Journal

The world as I see it

hidup di negeri orang

Minggu, 10 Juni 2012

***

Ramah tamah sore itu ditemani dengan martabak telur dan martabak kacang sebagai hidangan pembukanya. Iya, martabak, mirip dengan yang ada di Indonesia. Bila hidangan pembukanya saja sudah bernuansa Indonesia, pastilah hidangan utamanya tidak akan jauh berbeda. Dan ternyata benar. Sore menjelang malam itu pun kita makan nasi putih lengkap dengan beberapa lauk seperti “tahu”, lengkap dengan kerupuknya juga.

Berada di negeri orang terkadang membuat kita rindu akan masakan negeri sendiri. Namun, di negara ini, tepatnya di kota aku sekarang berada, mencari masakan Indonesia sangatlah tidak mungkin. Hingga akhirnya kita bertemu dengan dua keluarga Indonesia yang kebetulan tinggal di kota ini, di Sudbury, Ontario.

Mas Ali dan Mas Aqnus dulunya juga bekerja di perusahaan yang sama dengan kita di Indonesia. Namun mereka mengambil sebuah kesempatan yang ditawarkan oleh perusahaan dan akhirnya mendarat di negara ini, di Kanada, beserta keluarganya. Dan saling bertukar cerita dengan mereka tentulah menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Mengenai pekerjaan dan perusahaan adalah beberapa hal yang kita bahas. Namun, yang paling mengasyikkan justru saat mereka cerita pengalaman mereka saat pertama kali berada di sini. Tentang gimana masalah bahasa bisa membuat pemadam kebakaran datang ke rumah Mas Ali, tentang gimana ngerasakan salju untuk pertama kalinya, hingga tentang anak-anak mereka yang telah berbicara dalam bahasa Inggris dengan sangat lancarnya sebagai bahasa sehari-hari.

Saat kita berbicara di ruang tamu, anak-anak mereka juga berada di situ. Dan sama seperti yang pernah dialamai semua orang, ada satu ketika saat suasana tiba-tiba hening sebab bahan pembicaraan telah habis. Ketika itulah suara anak-anak mereka yang sedang mengobrol kedengaran jelas. Gak terlalu nangkap kita apa yang mereka omongin, namun yang pasti, aksen mereka sudah benar-benar kayak orang sini.

“Gak perlu bilang sory.. pardon me… , lagi dong mereka ya kalau ngomong. Gak kayak kita kalau ngomong sama orang sini.. haha”, salah satu dari kami angkat bicara, yang kemudian disambut dengan ledak tawa semua orang yang ada di ruangan itu.

*

Pertemuan singkat hari ini ibarat hidangan pembuka saja. Dalam beberapa bulan ke depan masih banyak pertemuan-pertemuan yang mungkin terjadi. Dan di setiap pertemuan, sepertinya akan ada masakan Indonesia lagi yang dapat kami cicipi.. yey..

***

Agus Praditya T

2 responses to “hidup di negeri orang

  1. galuh June 12, 2012 at 2:37 am

    pada saat itu berkumpullah perwakilan jong sumatra, jong celebes, jong java, jong sunda, merumuskan sumpah pemuda, hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: