Watergius's Journal

The world as I see it

Bandara, Pesawat, dan Perjalanan

Jumat, 1 Februari 2013

***

Pencarianku dari internet akan besarnya ongkos taksi dari daerah SCBD ke bandara Sukarno Hatta beberapa malam sebelumnya memberikan angka di atas 100 ribu. Tapi, teman satu kosanku yang akan berangkat bareng dengan aku tidak percaya. Ditambah lagi, beberapa teman yang lain juga turut mendukung pendapat dia sehingga jadilah pagi itu kami berangkat ke bandara menggunakan taksi bluebird dari daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Jarak tempuh kami sebenarnya tidak jauh. Dalam kondisi normal (tidak macat), jarak sejauh itu harusnya dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, kondisi lalu lintas di Jakarta cukuplah unik. Berangkat setengah jam lebih lama belum tentu berarti akan tiba setangah jam lebih lambat. Bisa saja kita akan tiba sejam atau bahkan dua jam lebih lambat. Karena itulah, pagi itu aku memesan taksi jam 4.15, padahal penerbangan kami adalah di pukul  7.30-nya.

Oke, perjalanan kami sangatlah lancar. Sebelum jam 5 pagi kami telah tiba di bandara. Teman satu kosanku sampai ngomel2 gara-gara tiba secepat ini.. haha. Dan oh ya, tebakanku akan biaya taksinya benar. Total biaya yang kami keluarkan, termasuk biaya tol, mencapai 120 ribu rupiah.

**

Pukul setengah 6 kurang aku dan temanku sudah beres cek in dan berencana ingin masuk ke ruang tunggu. Sesampainya di pos pemeriksaan untuk masuk ruang tunggu, mbak yang jaga bilang kalau kita datangnya kecepatan.  Dia juga menyarankan untuk masuknya setengah jaman lagi. Oke, ini pertama kalinya aku mengalami yang namanya “ditolak secara halus”  masuk ke ruang  tunggu dengan alasan penerbangannya masih lama lagi. “Tapi saya ingin menggunakan toiletnya Mbak, kataku lagi.” “Maaf Mas, toiletnya di sini juga sedang rusak,” dia membalas pertanyaanku. Ini benar-benar kejadian yang menjengkelkan, pikirku dalam hati sambil segera meninggalkan tempat itu.

**

Pukul setengah 8 kurang aku dan beberapa orang teman sudah berada di dalam bus yang mengantarkan penumpang ke pesawat. Tepat saat akan sampai, ada dua pesawat yang akan kami naiki yang posisinya berdekatan. Supir bus kami ternyata tidak mengetahui secara pasti yang mana satu pesawat yang akan membawa kami ke Makasar. Dia hanya tahu kalau satu pesawat itu akan terbang ke Makasar dan satu lagi akan terbang ke Sydney. Kita sih senang kalau misalnya sampai ke Sydney, lumayanlah bisa update status, walaupun kita akan langsung dideportasi.. haha

Akhirnya setelah seorang petugas bertanya ke dalam pesawat, kami pun diarahkan ke pesawat yang tepat. Sesampainya di dalam pesawat, kami pun segera menempati tempat duduk masing-masing dan bersiap-siap untuk berangkat. Karena masih ngantuk akibat bangun terlalu cepat tadi pagi dan setelah menunggu beberapa menit orang-orang yang lain juga belum datang, aku pun tertidur. Lima menit, sepuluh menit, dan sejam pun berlalu. Saat aku terbangun pesawat masih cukup kosong dan kami belum bergerak sama sekali dari posisi semula. Kucoba kulihat kebelakang dan ternyata beberapa orang pramugarinya sedang duduk berkelompok sambil bersenda gurau sebab aku dapat mendengar suara tawa mereka.

Sebagai seorang penumpang yang harus mengejar pesawat berikutnya di Makasar, aku pun memutuskan untuk bertanya ke mereka.

“Ada apa ya? Kenapa kita belum berangkat?” aku bertanya kepada pramugari yang duduknya paling dekat dengan tempatku berdiri.

“Masih menunggu pilotnya mas,” dia menjawab, “udah dalam perjalanan kok pilotnya.”

Melihat raut wajahku yang masih membutuhkan penjelasan tambahan, pramugari yang lainnya pun turut membantu menjelaskan.

“Jadi pilot untuk penerbangan sebelumnya itu berhalangan hadir. Karenanya, pilot untuk penerbangan kita sekarang diminta untuk terbang di penerbangan sebelumnya itu,” tambah pramugari lainnya.

Aku pun berusaha untuk memahami penjelasan mereka dan kulanjutkan dengan pertanyaan akan berapa lama lagi si pilot pengganti akan tiba sebab aku dan teman2ku harus menyambung lagi dengan penerbangan lainnya di Makasar.

Mereka mengatakan kalau pilotnya sudah dalam perjalanan dan akan tiba sebentar lagi. Dan mengenai kemungkinan keterlambatan kami mengejar penerbangan berikutnya, mereka hanya bisa memberikan jawaban diplomatis hingga seorang pramugari yang duduk di bagian paling belakang menyeletuk.

“Saya bisa sih membawa pesawatnya dan dijamin kita akan sampai. Cuma, gak tahu sampainya akan sampai di mana.” Hahaha. Boleh juga ni si mbak pramugarinya melawak, pikirku sambil berlalu meninggalkan mereka..

**

Tak lama setelah aku duduk di tempat dudukku semula, seorang pramugarinya tepat berdiri di sampingku dan mengatakan kalau pilotnya sudah tiba di bandara. Karena masih penasaran akan kejadian ini, aku pun mulai memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.

“Kalau misalnya si pilot penggantinya gak mau ngegantiin gimana mbak?”

“Yaa, penumpangnya akan dialihkan ke penerbangan selanjutnya bila memungkinkan. Kalau tidak, penumpangnya akan diinapkan di hotel dan biaya akan ditanggung oleh pihak maskapai, “ dia menjawab.

Kurang memuaskan sih jawabannya. Coba misalnya kalau si penumpang tersebut harus menandatangani kontrak bernilai milyaran. Dengan terlambatnya dia tiba, kontrak tersebut akan batal dan dia akan mengalami kerugian sangat besar. Apakah pihak maskapai bersedia membayar ganti rugi sebesar itu?

“Kalau misalnya pramugarinya yang kurang gimana mbak?” aku pun melanjutkan pertanyaanku.

“Wah, itu sih sering bangat kejadian mas,” dia menjelaskan sambil tersenyum. “ Biasanya kita akan cari pramugari lainnya yang bersedia terbang. Dan sering kejadian mereka boardingnya jadi bareng-bareng sama penumpangnya.. hehe. Soalnya, standar penerbangan untuk pesawat ukuran ini adalah 6 orang. Kalau misalnya kurang satu, kita masih bisa melayani penumpang, cuma gak akan maksimal. Istilahnya timpanglah. Namun, kalau udah kurang dua orang, biasanya kita tidak akan menghidangkan apa2 Mas, “ mbak itu menjelaskan sambil tersenyum. Akhirnya tak lama setelah itu penumpang lainnya pun mulai masuk ke pesawat, termasuk sang pilot pengganti yang telah ditunggu-tunggu dari tadi..

**

Sesampainya di Makasar kami keluar dulu dari bandara dan kemudian harus masuk lagi melalui terminal keberangkatan. Namun, saat itu kami menyadari kalau tiket untuk penerbangan ke Sorowako tidak ada kami pegang. Berhubung pesawatnya adalah pesawat perusahaan, kami hanya perlu melapor di counter check-in.

Dengan berbekalkan alasan itu, petugas jaga di pintu terminal keberangkatan mengatakan kalau dia tidak ada masalah dengan hal itu dan mengijinkan kami untuk segera masuk. Cukup bingung sih bisa segampang itu dikasih masuk, tapi, ya kita tentu saja senang akan hal itu.

**

Sekitar seperempat jam sebelum waktu boarding kita pun menuju ke waiting room. Tepat saat akan tiba, kita semua dibuat panik oleh seorang teman yang kehilangan boarding passnya.

Teman yang kehilangan boarding pass tadi, sebut saja namanya Miska, pun segera berbalik arah berusaha menelusuri jejaknya sambil berusaha balik ke counter check-in untuk menanyakan apakah bisa dicetakkan boarding pass yang baru. Dengan ditemani seorang teman yang lain, mereka pun segera hilang dari pandangan kami selama beberapa menit hingga kami mendengarkan pengumuman dari meja informasi telah ditemukan sebuah boarding pass atas nama dia. Hahaha. Emang dah tuh anak.

Dan, yang satu lagi buat kita tak habis pikir, beberapa saat setelah dia mendapatkan boarding passnya kembali, dia pun berjalan ke arah kita. Tak jauh dari kita, si boarding pass itu pun jatuh kembali dari kantongnya dan dia baru sadar setelah berjalan beberapa langkah. Haha.. Kali ini benar-benar dah itu anak ajaib bangat. Untung boarding passnya masih ketemu. Kalau gak, dia bakalan naik dari terminal 2 (baca: naik bus) selama 12 jam..🙂

***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: