Watergius's Journal

The world as I see it

Merpati, Makassar, dan Garuda

Jumat, 10 Januari 2014

***

Tak ada yang aneh pagi itu. Cuaca cerah dan pesawatku dari Sorowako mendarat tepat waktu di Bandara Sultan Hasanuddin. Sengaja tidak memasukkan tas carrier yang kubawa ke bagasi, aku pun segera melaju ke tempat check-in. Oke, aku masih punya waktu hampir 2,5 jam ini sebelum boarding, pikirku.

Mendekati tempat check-in Merpati tujuan Sorong aku tidak melihat adanya antrian yang panjang. Mungkin karena penerbangan masih 3 jam lagi. Setelah menunggu orang yang didepanku bergeser dari posisinya, aku pun maju mendekat beberapa langkah sambil menunjukkan tiket yang baru kucetak sehari sebelumnya.

Maaf mas, penerbangan Merpati ke Sorong hari ini dibatalkan.

Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh Mbak yang menjaga counter check-in Merpati itu. Kalimat yang membuatku terdiam selama beberapa saat, berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi, berharap aku salah dengar.

Melihat aku masih terpaku berdiri di hadapannya, si mbak itu menambahkan : Kita dari pihak Merpati minta maaf mas. Pesawatnya tiba-tiba rusak di Yogyakarta pagi ini sehingga kita tidak dapat memberikan pemberitahuan sebelumnya.

Berusaha menahan emosi, saya berusaha menjelaskan : saya harus sampai di Sorong siang ini Mbak soalnya saya sudah ditunggu untuk melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat. Saya bahkan sudah membayar jutaan (pada saat kejadian kata-kata yang terucap adalah puluhan juta). Apakah pihak Merpati mau mengganti kerugian saya?

Maaf Mas, kebijakan Merpati hanyalah memberikan biaya penginapan malam ini dan kemudian akan diberangkatkan esok hari. Sebenarnya kita dapat mencarikan penerbangan ke Sorong, tapi satu-satunya penerbangan lain ke Sorong hari ini adalah XpressAir dan mereka juga sudah penuh.

Dengan wajah kecewa dan panik, aku pun berjalan ke loket penjualan tiket Merpati yang ternyata sudah dipadati oleh banyak “mantan penumpang”. Diantara mereka ada yang minta duit pembelian tiketnya dikembalikan, dan ada pula yang mengurus biaya hotel yang disediakan oleh Merpati. Sementara aku, hanya berdiri terpaku menyesali diri sendiri kenapa dulu lebih memilih membeli Merpati ini ketimbang XpressAir padahal harganya hanya berbeda dua ratus ribuan.

Tak lama menunggu di depan loket, seorang bapak dari pihak Merpati yang dari penampilannya sepertinya memiliki posisi tinggi menghampiriku dan menanyakan hal yang bisa dibantunya.

Saya harus sampai ke Sorong siang ini Pak soalnya saya masih harus melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat. Saya bahkan rela duduk di bagasi pesawat XpressAir yang penuh itu selama saya bisa sampai di Sorong, kataku.

Gak mungkinlah Mas, jawabnya sambil senyum setengah ketawa, sambil berlalu meninggalkanku.

**

Pukul 11 WITA pesawat Merpati dari Jakarta (yang ternyata tujuan akhirnya ke Merauke) mendarat di Sultan Hasanuddin dan aku pun akhirnya bertemu dengan Angky, salah seorang peserta tur Raja Ampat lainnya, di ruang tunggu bandara.

Jadi, tak beberapa lama setelah kejadian di loket penjualan tiket Merpati itu, si bapak yang ngobrol denganku tadi datang lagi dan mengumumkan kalau ada kemungkinan kita jadi berangkat sebab pesawatnya katanya sudah diperbaiki. Itulah sebabnya kenapa aku bisa check-in dan akhirnya masuk ke ruang tunggu ini.

Sejam akhirnya berubah menjadi dua jam. Dan dua jam menjadi tiga jam. Setelah kebosanan menunggu, akhirnya diumumkanlah lewat pengeras suara kalau penerbangan kami ke Sorong hari itu akhirnya benar-benar dibatalkan.

Mendengar kembali pengumuman itu aku tidak lagi segalau tadi. Mungkin karena sudah menduga hal ini akan terjadi. Atau mungkin juga karena tenagaku sudah habis terkuras menunggu selama tiga jam. Tapi, terlepas dari itu, memiliki teman senasib sepenanggungan (baca Angky) itu cukup membantu..

**

Mbak, kita sudah booking 2 tiket Xpressair berangkat jam 3 subuh esok harinya ke Sorong. Kita pingin pihak Merpati yang bantu pembayarannya, bisa tidak Mbak? , tanya Angky ke mbak yang menjaga loket penjualan tiket Merpati.

Enggak bisa Mas, jawabnya, ditambah penjelasan panjang lainnya.

Singkat cerita, akhirnya aku dan Angky meminta duit pembelian tiket Merpati kita dibalikin dan kita beli sendiri tiket Xpressair itu. Harganya? Harganya dua kali lipat tiket Merpati yang aku beli. Tapi yaa, mau gimana lagi.

Merpati kok gitu sih? - di depan loket penjualan tiket

Merpati kok gitu sih? – di depan loket penjualan tiket

**

Pukul 14.00 WITA tiket baru sudah di tangan kami dan masih ada waktu 13 jam lebih sebelum kami berangkat.

Angky, yang kebetulan punya banyak koneksi dari tempat kerjanya, punya kenalan juga di Makassar. Setelah menghubungi beberapa orang, akhirnya kami dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin dan dibawa mengelilingi kota itu.

Awalnya kita singgah dulu di tempat teman dia. Setelah ngobrol ngobrol ngobrol, kita pun lanjut ke Pantai Losari dan diteruskan dengan makan pisang epe. Setelah kenyang, kita lanjut dengan singgah di Benteng Rotterdam yang kemudian ditutup dengan makan malam Palubasa serigala ditraktir temannya Angky. Bila dipikir-pikir, ada sisi positifnya juga dari pesawatku yang dibatalkan itu sebab aku menjadi punya kesempatan untuk melihat-lihat kota Makassar plus mencicipi dua makanan khasnya.

hujan rintik-rintik di Pantai Losari

hujan rintik-rintik di Pantai Losari

pisang epe - sebelum dibakar dan dibentuk

pisang epe – sebelum dibentuk dan dikasih gula

**

pukul setengah 1 pagi keesokan harinya kami telah berada di Bandara Sultan Hasanuddin. Setelah check-in, kami pun masuk ke ruang tunggu dan bersiap untuk berangkat pukul 3 paginya ke Sorong (kali ini penerbangannya tepat waktu dan tidak dibatalkan lagi tentunya).

**

11-14 Januari 2014 -> menikmati keindahan Raja Ampat

**

15 Januari 2014

*

Setelah kejadian penerbanganku yang dibatalkan itu, aku sebenarnya sudah bertekad untuk tidak menggunakan Merpati lagi. Namun sayangnya aku sudah terlanjur membeli tiket pulang ke Makassar naik Merpati juga.

Takut kejadian yang sama terulang lagi (sebenarnya kalau terulang pun aku gak bakalan bisa berbuat apa2), beberapa jam sebelum keberangkatan aku menelepon customer service Merpati.

Mbak, nama saya Agus. Saya akan terbang menaiki Merpati dari Sorong ke Makassar dengan nomor penerbangan bla bla bla. Sejauh ini ada perubahan rencana tidak ya? Kayak misalnya penerbangannya dibatalkan gitu.

Sejauh ini penerbangan bla bla bla masih tepat waktu kok Mas, jawabnya tenang sambil berusaha menahan tawa yang masih bisa kudengar pelan.

Oke Mbak, terima kasih ya, jawabku sambil mematikan telepon.

*

Sejam sebelum boarding aku telah berada di Bandara Dominique Edward Osok di Sorong dan telah selesai check-in juga. Lalu, aku pun menghampiri teman-temanku lainnya peserta tur yang akan balik ke Jakarta dengan menaiki Garuda.

Mendekati loket Garuda, aku melihat sepertinya ada sesuatu yang salah. Seorang petugas Garuda menghampiri mereka (yang kemudian kususul) dan menjelaskan kalau pesawat Garuda dari Sorong ke Makassarnya mengalami kendala teknis. Jadi, satu mesinnya mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berputar maksimal, katanya. Karenanya, kalau mau, penerbangan ke Makassar kita pindahkan naik Merpati yang jam keberangkatannya juga sama.

Mendengar penjelasan itu, aku hanya bisa tersenyum sebab telah berada di dua tempat yang berbeda dengan situasi yang sama. Bedanya, jika di penerbangan sebelumnya Merpati menjadi penyebab kejadian, di penerbangan ini Merpati menjadi penyelamat. Tanpa Merpati, mungkin teman-temanku tidak akan dapat tiba di Makassar untuk mengejar penerbangan mereka selanjutnya ke Jakarta. Sulit diprediksi memang penerbangan ke daerah timur Indonesia ini.

teman-temanku kebingungan di depan loket Garuda

teman-temanku kebingungan di depan loket Garuda

***

atampubolon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: