Watergius's Journal

The world as I see it

Jalan-jalan, murah-meriah, dan Air Asia

Jakarta, 11 Juli 2014

***

Jalan-jalan (atau bahasa gaulnya saat ini : traveling) itu membuat ketagihan. Saking membuat ketagihannya, kalender merah (selain hari Minggu tentunya) dalam setahun bisa hapal. Bila perlu, terkadang bahkan dibuat list-nya. Mana yang hari kejepit, kapan harus ngambil cuti, dan akan ke mana liburan dengan sekian hari itu. Namun, layaknya seperti ketagihan-ketagihan yang lain, ketagihan jalan-jalan juga memiliki dampak negatif : membuat kondisi kantong menipis, mulai dari biaya akomodasi, makan, oleh-oleh, dan terutama transportasi.

Bulan Oktober 2013 kemarin salah seorang temanku menikah di Hong Kong. Dia adalah seorang teman baikku dan dapat hadir di pernikahannya akan sangat membuatnya bahagia. Karenanya aku pun memutuskan akan datang, hitung-hitung sekalian jalan-jalan ke Hong Kong sebab dulu hanya pernah transit di bandaranya.

Saat itu masih sekitar bulan Juli dan teman kosanku (kita kebetulan satu kantor dan sama-sama kenal teman yang akan nikah di Hong Kong ini) mengatakan kalau Air Asia ada promo. Hanya saja, penerbangan ke Hong Kong itu akan transit di Kuala Lumpur dulu beberapa jam. Kita pun dilema. Mau naik penerbangan itu, ntar kelamaan nunggunya di LCCT. Mau keluar jalan-jalan ke Kuala Lumpur, waktunya mepet banget, bisa-bisa begitu sampai di Kuala Lumpur kita harus langsung balik ke bandara lagi… Dan pencarian tiket di hari itu pun hanya sebatas wacana.

Beberapa hari berikutnya, kita akhirnya mendapatkan ide yang luar biasa cemerlang ini. Dengan mengambil jatah cuti yang lebih banyak (6 hari cuti ditambah satu tanggal merah di hari Senin – inilah untungnya mempunyai list tanggal merah🙂 ), kita pun mendapatkan total 11 hari untuk jalan-jalan. Horee. Akhirnya perburuan tiket pun dimulai lagi. Kali ini, rute kita berubah dari yang semula Jakarta-Hong Kong-Jakarta menjadi Jakarta-Kuala Lumpur-Hong Kong-naik ferry ke Macau-Bangkok-Phuket-Singapura-Jakarta.

Kenapa rutenya seperti itu?

Kuala Lumpur sudah jelas. Air Asia yang akan terbang ke Hong Kong akan transit dulu di Kuala Lumpur (gak tahu sekarang ya, tapi dulu yang kita temukan sih seperti itu), jadi, daripada hanya transit beberapa jam, kenapa tidak sekalian dijelajahin saja kotanya. Apalagi kami memang belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di Malaysia. Dan satu lagi, kata temanku hitung-hitung menambah stempel di paspor kita. Dan jadilah kami berpetualang di Kuala Lumpur seharian itu.

DSC_0017

Kuala Lumpur dari hotel tempat menginap di daerah Ampang Park

Hong Kong lebih jelas lagi – acara nikahannya di Hong Kong. Namun, karena acaranya baru di malam kedua saat kami berada di Hong Kong, hari pertama pun kami gunakan untuk jalan-jalan, termasuk mengunjungi Disney Land yang tersohor itu.

DSC_0161-2

Selamat datang di Disney Land Hong Kong

Macau? Jauh-jauh jalan-jalan ke Hong Kong sayang rasanya tidak sekalian menginjakkan kaki di Macau. Selain menambah cap di paspor (ini penting), kota yang terkenal dengan kasinonya ini menawarkan pengalaman yang ‘berbeda’. Mulai dari naik bus gratis, baik dari pelabuhan ke hotel maupun dari hotel ke tengah kota dengan bermodalkan muka tembok (caranya dengan menaiki bus hotel lain yang kebetulan dekat hotel kita), belanja oleh-oleh di daerah kota tua Macau setelah sempat diomelin karena nanya-nanya terus (ditanya harga, penjualnya nunjuk ke huruf kanji. Aku tanya lagi dong secara gak bisa baca tulisan kanji, eh penjualnya dengan muka kesal langsung membungkus pesananku sambil menyuruh masuk ke kasir untuk bayar), hingga masuk dan melihat langsung kasino (setelah selama ini hanya melihat kasino dari film-film).

DSC_0390

Salah satu sudut Kota Macau yang ramai dengan pengunjung

Bangkok? Tujuan awalnya sih pingin langsung mengunjungi Phuket saja, ingin melihat Maya Bay dan James Bond Island yang terkenal itu. Cuma, dengan beberapa pertimbangan, Bangkok pun masuk ke dalam itinerary kami. Dengan alokasi waktu hanya dua hari, kami hanya sempat jalan-jalan ke Asiatique (tidak lupa menonton kabaret Calypso tentunya), melihat Buddha tidur di Wat Pho, berkunjung ke istana raja, ke Siam Ocean World, dan tak lupa mengunjungi museum lilin Madame Tussaud.

DSC_0544-2

Di dalam Wat Pho

Singapura? Dari dulu aku memang penasaran dengan Singapura. Penasaran dengan alasan kenapa banyak sekali orang Indonesia yang ingin liburan ke negara ini. Selain murahnya tiket dari Jakarta ke negara ini (bahkan tak jarang jauh banget lebih murah dari tiket penerbangan domestik Indonesia), ada hal lain yang kusimpulkan sebagai alasan kenapa negara ini menjadi tujuan favorit : keteraturan. Orang kita mencari keteraturan dalam berbagai hal yang belum mereka temukan di Indonesia: mulai dari teratur dalam mengantri, naik bus dan kereta yang teratur waktu dan tempat berhentinya, bahkan untuk berfoto dengan tokoh tertentu di taman bermain pun mereka teratur. Dan kita tanpa sadar ikut-ikutan teratur seperti mereka, hanya saja ketika pulang ke Indonesia kebiasaan baik itu sulit dipertahankan. Tapi terlepas dari itu semua, perjalanan ke Singapura ini cukup berkesan sebagai perjalanan penutup liburan yang panjang ini (saking panjangnya, teman seperjalananku sudah merasa lelah, bahkan jenuh, dan memutuskan untuk balik ke hotel jauh lebih awal dan menikmati fast food-nya sambil menonton pertandingan bola).

DSC_0880 (4)

salah satu sudut kota Singapura yang menjajakan aneka makanan dan minuman di malam hari

*

Kenapa melakukan perjalanan ini?

Untuk hadir di pernikahan salah satu teman baik kami, itu sudah jelas. Tapi yang paling penting, karena kami dimungkinkan untuk melakukan perjalanan ini. Dengan menggunakan penerbangan Air Asia yang sangat murah meriah (kecuali dua penerbangan terakhir karena kami keburu kehabisan promo), kami telah mengunjungi tempat-tempat menakjubkan yang selama ini hanya kami dengar lewat cerita saja. Air Asia telah mengubah hidupku dengan penerbangan low cost-nya.

Kenapa tidak?

Dengan rute perjalanan sepanjang itu, total biaya yang kuhabiskan untuk transportasi pesawat tidak sampai 5 juta rupiah. Harga yang sangat sangat murah menurutku. Untuk mendapatkan ini semua, yang dibutuhkan hanyalah niat untuk mencari tiket promo jauh-jauh hari sebelum hari-H. Siapa paling update dengan promo dan penawaran Air Asia, dialah yang akan beruntung mendapatkan tiket murah. Karenanya, tidak ada salahnya berlangganan news letter mereka juga.

***

atampubolon

 

2 responses to “Jalan-jalan, murah-meriah, dan Air Asia

  1. Bobby Ertanto August 8, 2014 at 2:32 am

    Nice story. Semua gara-gara airasia ya bang.

  2. Ndf February 1, 2016 at 1:46 am

    Dari hongkong ke bkk naik apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: