Watergius's Journal

The world as I see it

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Rabu, 29 April 2015

***

Aku lahir di awal tahun 90-an dan aku pikir itu membuatku menjadi generasi 90-an, salah satu generasi yang merasakan perubahan teknologi yang sangat cepat. Aku masih ingat betapa dulu kaset adalah sesuatu yang lazim ditemui dan CD atau VCD adalah hal baru yang sepertinya hanya dimiliki oleh segelintir orang. Betapa komputer adalah barang mewah dan rasanya mustahil untuk dimiliki. Betapa telepon genggam adalah kepunyaan orang kaya saja sebab harganya yang mahal untuk benda “sekecil” itu – pada saat itu tentunya.

Lalu di awal tahun 2000-an komputer pribadi mulai dikenal orang-orang dan semakin lama harganya semakin terjangkau. Teknologi komputer berkembang dan demikian jugalah interkoneksi diantaranya. Internet mulai dikenal orang dan infrastrukturnya perlahan-lahan dibangun. Orang-orang pun mulai kenal dan menggunakannya. Namun saat itu kemajuannya masih lambat dan tidak banyak orang yang terlalu peduli tentangnya. Tidak banyak yang peduli jika waktu yang dibutuhkan untuk membuka suatu laman jaringan adalah beberapa detik atau satu menit ataupun beberapa menit, selama itu terbuka.

Tahun demi tahun di tahun 2000 pun bertambah. Kini teknologi berkembang sangat pesat, tak terkecuali internet. Saat ini kecepatan akses internet menjadi salah satu hal yang penting dan bahkan diberikan rangkingnya untuk negara-negara dengan koneksi internet tercepat. Semakin cepat akses internet, semakin mudah dan cepatlah kita mendapatkan informasi dari manapun yang kita mau. Dan terkadang akses internet ini secara tidak langsung berhubungan dengan tingkat kemajuan suatu negara.

Namun, tahukah kita bahwa tanpa kita sadari, dengan semua perkembangan ini, penggunaan bahasa Indonesia kita juga terpengaruh. Berhubung karena perkembangan teknologi itu asalnya dari barat, maka banyak istilah-istilah dalam bahasa Inggris yang mau tak mau harus kita pakai langsung sebab tak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Kita menuliskan kata-kata ini dalam huruf miring sebab begitulah kita diajarkan. Bila kata-kata itu sudah diserap ke dalam Bahasa Indonesia, maka tak perlu lagilah kita menuliskannya miring sebab kata itu telah menjadi kosakata kita. Namun ahli bahasa kita bukannya tak menyadari hal ini. Istilah-istilah dalam bahasa Inggris tadi pun mulai dibuat padanannya dalam bahasa Indonesia sehingga kata-kata inilah yang seharusnya kita gunakan.

Menuliskan email jauh lebih sering kita gunakan daripada surel atau download dibandingkan unduh. Tak hanya itu, rasanya saat ini bahkan kata-kata yang bahasa Indonesianya memang ada sedari dulu, cukup sering juga kita menggunakan bahasa Inggrisnya hanya karena kata-kata bahasa Inggris itu lebih sering kita dengar atau baca dan terkadang kita perlu mikir untuk menemukan padanannya dalam bahasa Indonesia. Seberapa seringkah Anda menggunakan kata-kata meeting dan bukannya rapat, weekend dan bukannya akhir pekan, share dan bukannya dibagikan, serta banyak lagi kata-kata lainnya? Aku? Dulu sering, bahkan tanpa sadar. Kini aku #BeraniLebih membutuhkan lebih banyak waktu untuk menemukan padanan sebuah kata dalam bahasa Indonesia daripada menggunakan bahasa “campur-campur”.

#BeraniLebih!

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Tulisan Pendek di Blog #BeraniLebih bersama Light of Women. (http://www.meetup.com/lightofwomen/messages/boards/thread/48861990)

Fb        : Agus Praditya Tampubolon

Twitter : watergius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: