Watergius's Journal

The world as I see it

Belajar tidak mengenal usia

Senin, 22 Mei 2017

***

Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu, sama halnya seperti universitas. Tapi bagi siapa … ? Bagi siswa/i dan mahasiswa/i terdaftar saja? Atau juga untuk umum?
Di sebuah kota kecil di Jerman, yang hanya memiliki satu universitas berukuran kecil juga, aku menemukan sebuah ‘hal baru’, tentang makna kalimat belajar tidak mengenal usia.

Kuliah Umum

Sewaktu dulu kuliah S1 di Bandung, makna kuliah umum adalah kuliah dengan dosen seorang pembicara tamu yang sengaja diundang kampus maupun jurusan. Atau, menurut KBBI, kuliah umum adalah ceramah tentang masalah tertentu yang boleh dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai jurusan.

Di sini (Offenburg), kuliah umum punya arti yang lebih luas. Bertempat di kampus, kuliah umum biasanya diberikan oleh seorang Professor atau peneliti atau siapa pun yang kompeten di bidangnya dengan tujuan mempresentasikan risetnya kepada publik. Publik di sini adalah civitas akademi kampus itu sendiri dan juga masyarakat sekitar yang tertarik. Dan ternyata warga di sini memang tertarik datang ke kampus untuk mendengarkan kuliah umum tersebut. Usia warga yang datang juga bervariasi, mulai dari yang masih bekerja sampai kepada pensiunan; mulai dari seorang yang bergerak di bidang teknik (atau pendidikan) hingga yang tidak. Mereka selalu berkata : aku merasa topiknya menarik dan kita selalu bisa belajar sesuatu yang baru.

Science Slam

Science Slam adalah sebuah bentuk kuliah umum yang ditemukan dan dikembangkan di Jerman pada tahun 2006. Seorang pembicara diberikan waktu selama 10 menit untuk membicarakan risetnya (atau keahliannya) di hadapan penonton yang sama sekali awam. Tujuan dari Science Slam ini adalah mengedukasi dari segi keilmuan dengan cara/metode yang menyenangkan/lucu/tidak membosankan. Di akhir presentasi mereka, setiap pembicara akan diberi nilai oleh penonton untuk dua kategori: Science (ilmu yang disampaikan) dan Slam (cara penyampaian yang tidak membosankan). Nilai2 ini kemudian akan ditotalkan sehingga diperoleh pemenang dengan nilai yang paling tinggi. Science Slam… siapa yang bilang science itu harus membosankan, eh?

Science Slam (gambar dari Baden Online)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: