Watergius's Journal

The world as I see it

Category Archives: Review

It’s never too late to learn

the first grader

It is never too late to learn, that’s what this movie about.

**

The First Grader tells the story about 84 years old Kenyan man who wishes to enter primary school with the goal of learning to read and write. Despite being rejected several times, Kimani Maruge finally accepted by the school and enrolled as the first grader…

Well, I think that’s quite a lot for a spoiler. And after all, you could just read it from imdb or the website itself. But, what I would like to tell you is that this is a really good movie and it could move you to tears.

There is a scene that I like the most. It was when Maruge interrupted the meeting of the Kenyan Ministry of Education. He said : ” I was at the detention camps with our founding father,” and pointed to their pictures. ” These men sacrifice everything for your generation. Without them, you will not be here.” This statements of Maruge make all the meeting members silent and some even bowed his head. And then, I suddenly thought, could this also happened here, in Indonesia.

I’m sure we (Indonesia people) know how our parliament (DPR) performance this day. But, do they still honor the warriors of this country, that I do not know. But if they do, than I would love to hear news of them started to do things what our founding father hoped for or.., should the war veterans stand up once again and teach them like a small child ?

***

Advertisements

meninggikan separator busway ??

Beberapa hari atau mungkin minggu yang lalu aku membaca sebuah berita di harian online (lupa namanya) tentang rencana pemerintah untuk meninggikan separator busway menjadi 50 cm. Hal ini kemudian membuatku berpikir, kira-kira cara ini cukup efektifkah untuk mengurangi hal-hal yang membuat ide ini dilontarkan untuk pertama kalinya (banyak kendaraan lain yang masuk jalur busway). Kalau menurut pendapatku pribadi sih (bisa saja salah), sepertinya kurang efektif. Kenapa?

jalur busway

Dari gambar di atas (hasil pengamatanku setelah beberapa kali ke Jakarta), umumnya kendaraan (non-busway) itu masuk dari bagian yang tidak memiliki separator (tanda X), seperti di bagian persimpangan, putaran jalan, dan sebagainya, sehingga dampak separator busway yang akan ditinggikan itu tidak akan berpengaruh apapun, bahkan justru berakibat buruk. Misalnya ada pengendara sepeda motor yang terlanjur masuk ke jalur itu dan tiba2 ada busway yang datang dan dia ingin menghindar. Namun, karena tingginya separator, bisa-bisa pengendara tadi jadi celaka bukan..

Lalu ide apa yang terpikirkan olehku?

Dulu, tepatnya bulan Januari tahun ini, aku pernah melihat dan bahkan mengambil gambar sesuatu yang kelihatannya seperti palang pembatas di jalur busway :

palang pembatas di jalur busway

Ini adalah ide yang cukup brilian menurutku, yaa, hanya saja harus diperbaiki lagi, dan perbaikan yang aku maksud adalah mengubah cara kerjanya dari manual menjadi otomatis. Aku yakin kita semua pernah melihat pintu otomatis di mal2 atau kantor2 yang akan langsung membuka begitu ada manusia (termal) terdeteksi di daerah cakupan sensornya. Dan aku yakin hampir semua dari kita telah pernah melihat pintu tol yang otomatis membuka saat sebuah kendaraan telah mengambil kartu tol. Nah, ide yang kumaksudkan adalah dengan cara menggabungkan kedua hal ini. Kita pasang sebuah palang pembatas mirip dengan yang ada di pintu tol di jalur buswaynya dan sementara itu di buswaynya sendiri kita pasang sebuah sensor khusus sehingga palang tersebut hanya akan terbuka/merespon terhadap sensor di busway tadi. Lalu,begitu busway telah berada di luar cakupan sensornya (seluruh bus telah melewati palang), palang tadi akan menutup lagi dengan sendirinya. Dan rasanya hal ini tidaklah terlalu rumit untuk dibuat, bukan?  🙂

***

Agus Praditya T

 

 

pentingnya lampu hitungan mundur di lampu lalu lintas

Cukup sering aku berada di dalam angkot dan mengalami kejadian berikut ini sehingga akhirnya berusaha menuangkan analisis sederhana yang tidak dapat dibuktikan kevalidannya..

**

Mari kita coba perhatikan gambar di bawah :

antrian kendaraan saat lampu merah

– kondisi sedang lampu merah

– lajur kanan adalah untuk kendaraan yang akan belok ke kanan maupun melaju lurus, sedangkan lajur kiri adalah untuk kendaraan yang akan belok ke kiri

– balok hitam dengan tanda x kita misalkan sebuah angkot yang sedang berada di luar jalur seharusnya (dia ingin lurus namun kondisi saat itu sedang lampu merah)

– angkot itu terjebak diantara keadaan memberi jalan kepada kendaraan yang di belakangnya sementara dia sendiri tidak dapat bergerak maju

Apa yang sebenarnya terjadi ?

Dari beberapa kali pengamatan akan hal ini aku berusaha menyimpulkan kalau supir angkot yang bersangkutan sedang berusaha memprediksi kapan lampu lalu lintas di situ akan berubah menjadi hijau. Dengan berusaha memprediksi ini mereka berharap bahwa saat mereka sampai di barisan paling depan, lampu yang tadinya merah tepat berubah menjadi hijau sehingga mereka tidak perlu mengantri di belakang mobil2 lainnya, apalagi bila di situ ada angkot yang sejurusan dengan mereka juga. Namun, yang terjadi sering kali mereka tidak dapat memprediksinya dengan tepat sehingga terjadilah kejadian seperti gambar di atas. Karena itulah, pemasangan lampu yang menghitung mundur itu cukup penting menurutku, tidak hanya kepada supir angkot saja namun terkadang juga kepada pengendara yang sedang terburu-buru.

***

Late Blossom

Late Blossom

Late Blossom, a Korean love story movie. Touching, beautiful, and leaves a mark.

**

Most romantic movies shows the beautiful moment from dating to wedding. And maybe, sometimes it’s also tells the ending : “They live happily ever after”. Okay, that’s wonderful. But sometimes, that’s not what happened.

This movie teaches what it means to marry someone. What it means saying those vows when you were married: “… for better or for worse, … in sickness and in health, to love and to cherish; from this day forward until death do us part…”

It also teaches that love knows no age nor time. Being old doesn’t mean that someone couldn’t falling in love and act as a young couple. They could. And sometimes, their story just as much as beautiful young couple love stories, or even more.

And another thing that it teaches I think is that you can have a best friend even when you’re closer to your end.

resep makanan dan kitab

Seorang mistik Kristen berkata tentang Kitab Suci: resep makanan, betapa pun berguna, tidak baik untuk dimakan. Begitulah bunyi sebaris kalimat dalam buku Anthony de Mello yang kubaca baru-baru ini.

Resep makanan tidak lebih dari susunan kata-kata dan angka yang ditulis di atas kertas ataupun plastik. Ditangan seorang juru masak, resep itu dapat berubah menjadi panduan untuk menghasilkan makanan yang sangat lezat. Namun, bukan berarti di tangan seorang biasa hal yang sama juga tidak dapat terjadi. Yang perlu dilakukan hanyalah mengikuti langkah-langkahnya secara benar, dari awal hingga akhir.

Tapi tunggu dulu, dalam beberapa tayangan televisi tentang masakan maupun di beberap resep makanan yang pernah kubaca, ada sesuatu tulisan yang isinya kira-kira begini : “Sesuai dengan selera Anda.”  Apa maksudnya? Maksudnya adalah bahwa Anda tidak diwajibkan untuk mengikuti resep tadi secara harfiah, melainkan Anda perlu menyesuaikannya juga dengan keadaan. Anda suka makanan pedas misalnya, sementara dari resep itu Anda tahu bahwa banyaknya cabe yang disyaratkan hanya akan membuat sensasi pedasnya sedang-sedang saja, menambahkan beberapa buah cabai lagi tidak menjadi masalah sepertinya. Anda tidak akan lari jalur dari resep tadi, Anda hanya menyesuaikan resep itu dengan keadaan Anda.

Begitu pula dengan isi Kitab Suci menurutku. Ianya adalah seperti resep yang akan menuntun kita menuju apa yang diingikan pembuat resep itu.

Dan, ngomong-ngomong, rasanya memakan kertas maupun plastik resep makanan bukanlah sesuatu hal yang bijak untuk dilakukan.. 😀

postcard from heaven

romantic heaven

Watched this movie in the last few hours, Romantic Heaven, and it’s so cool I think. As a Korean romantic comedy movie, it’s not only offer those two things. It had made me think about some other things too:

– It tells that hell is in heaven too (I guess that’s what they said in the dialog), but, it doesn’t mean that hell is not exist. It does, in another form. Instead of punishing bad peoples in fire like place, the movie said that the sinner never forgot sin they’ve made. This thing will then make them regret longer than any hell could do. And in the movie it shows bad men that look so depressed even though the surrounding looks so beautiful.

well, I don’t know which one is worse: being in a fire for eternity or being depressed and feel guilty for eternity

– God creates everything, including human, in six days. And we also know from the bible that God rests at the 7th day. The movie did not oppose that, but it did added that God “creates love” at the 7th day.

– Last thing, which is also something that I like, is that you can send postcard from heaven. Postcard from heaven, I think that would be the most expensive postcard ever.

***

wish I had lots of Japanese Yen

For some reason, I opened Ministry for Trade Republic Indonesia website this morning. Having found the one that I was looking for, I look around the website and finally something attract me. It was the currency. This was it:

currency at Kemendag website

Look at the red mark that I have made. Even for a non-economic person like me, I could tell that it’s time to sell your Japan Yen (JPY), because the normal exchange rate is only around Rp 111. Oh man, I wish I had lots of JPY this morning.

**

After crosscheck it with another website, looks like there’s been a mistake in this website. Too bad because I think this is one of the important website for economist.

facebook is getting smarter

Last week, me and Widi were both attend Youth Gathering 2011 and said Yes to the RSV event in Facebook. And that time we’re not friends yet, whether it’s in the real life or in facebook.

**

Yesterday, we became friends in real life after having sports together. So, I add his facebook account to be my friend.

**

Today, he confirm my friend request. As he become my friends, I can see his wall. And then I saw this

wall screen shot

okay.. so now facebook can guess something like this.. I think it’s really cool..